IJALISME

Walau Patah Sayap Rajawali Bertongkat Juga Aku ke Sini

Pembangkit Listrik Murah Asli Indonesia

Jika takut dilanda ombak

Jangan berumah di tepi pantai

Jika pandai memanfaatkan ombak

Maka lebih baik dari sejuta baterai.

Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, hampir semua lini kehidupan saat ini membutuhkan yang namanya listrik. Dengan rasio elektrifikasi Indonesia yang saat ini hampir 70 % lebih terpusat di perkotaan, 30 % masih mengalami peradaban masa silam pada saat menikmati kemerdakaan yang ke-63. celakanya di perkotaan sudah mengalami krisis listrik.

Laut merupakan ¾ bagian dari wilayah Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa berbagai kekayaan alam tersimpan di wilayah biru ini. Pemanfaatan kelautan dinegeri ini hanya terpusat pada kegiatan migas dan perikanan, padahal laut ini tersimpan berbagai energi yang mampu membangkitkan listrik. Angin laut, gelombang laut, dan arus pasang surut jenis energi potensial yang mampu dikonversi menjadi energi listrik. Panjang pantai Indonesia mencapai 81.290 km dari 17.508 pulau diperkirakan memiliki potensi kelistrikan sebesar 61 giga watt (GW) lebih besar dari jumlah listrik yang terpasang saat ini sebesar 38 GW.

Ide memanfaatkan energi dari kelautan bukanlah ide yang baru melainkan telah dilakukan kajian intensif sejak abad akhir 18 jauh sebelum Rudolf diesel dan Otto menemukan mesin berbahan bakar solar dan bensin. Paten pertama diperoleh Girard dan Son dari Perancis pada tahun 1799. Berbagai teknologi pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi laut telah dikembangkan rata-rata oleh Negara maju seperti Norwegia dengan teknologinya Tapchan, Jepang dengan Mighty whale-nya scotlandia dengan Pelamis-nya, Denmark dengan wave dragon-nya, Belanda dengan Archimedes wave swing-nya, USA dengan AquaBouy, Floating Platform, Wave Rider, dan Inggris dengan salter Ducknya, Canaada Wavemill-nya dan Negara lainnya dengan teknologinya masing-masing.

Bagaimana dengan Negara berkembang?? Hingga tulisan ini ditulis belum menemukannya Negara berkembang hanya sebagai pemasar dan konsumen yang baik dalam pengembangan teknologi. Di antara kesunyian riset di Negara berkembang Indonesia muncul sebagai Negara terdepan karena di dukung topografi yang dikelilingi oleh lautan. Salah satu teknologi yang telah dikembangkan dan dipatenkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL)- Sistem Bandulan yang ditemukan oleh Zamrisyaf. Dengan adanya inovasi ini dapat memperkuat daya tawar bangsa Indonesia dalam hal teknologi Energi Baru dan terbarukan terutama di bidang kelistrikan di era Pasar Bebas.

Jika dibandingkan dengan teknologi dari Negara maju teknologi ini lebih murah dan efesien. Keunggulan teknologi PLTGL-sistem bandulan adalah sebagai berikut:

  1. Praktis dan efesien, karena pembangkit ini hanya mengapung dipermukaan laut jadi tidak memerlukan areal khusus dan dapat dipasang di mana saja sesuai gelombang laut yang tersedia. Lebih unggul dari teknologi Negara maju yang menggunakan pondasi.
  2. Mudah dioperasikan, karena mengapung di permukaan daya/energi yang dihsilakan hanya memanfaatkan fluktuasi gelombang.
  3. Akrab dan ramah lingkungan, tidak ada lahan yang perlu dimodifikasi, tidak memerlukan BBM, tidak bising, tidak ada emisi gas buang dan limbah.
  4. Cocok untuk daerah kepulauan, karena menggunakan energi primer berupa gelombang laut yang merupakan ciri dari daerah kepulauan.
  5. Mobile, Karena mudah dipindahkan.
  6. kapasitas/daya yang menjanjikan, daya yang dihasilkan dari 1 unit PLTGL ini ± 500 kW.
  7. Harga investasi bersaing. Investasi yang dibutuhkan adalah per kWh US$ 2.000 – 3.000.
  8. Dapat diproduksi secara massal karena hampir semua komponennya dapat diperoleh dari dalam negeri.

Dengan adanya potensi PLTGL ini sebenaranya kelangkaan listrik yang sering ‘hidup segan mati tak mau” ini. PLTGL adalah bentuk kemandirian bangsa yang pernah berjaya di laut untuk merengkuh kembali kejayaannya. Namun sayang beribu sayang kelihatan di negeri seribu makelar ini belum ada ketertarikan terhadap teknologi ini untuk mengatasi kelangkaan listrik buatan dalam negeri. Begitulah nasib teknologi di negeri ini hanya menjadi pajangan di pameran dan ditinggal bila di lapangan. Meskipun demikian kita patut berbangga bahwa inovasi anak negeri tidak kalah hebatnya dengan Negara yang telah maju teknologinya.

About these ads

Desember 6, 2008 - Posted by | 1

3 Komentar »

  1. Indonesia memang perlu mulai membuat pembangkit listrik murah.. agar lebih maju perekonomian rakyat

    Komentar oleh bisnis di internet | Juni 6, 2009 | Balas

  2. ass…mas tolong kami dikirimi ttg produck knowlegdnya, nuwun.

    Komentar oleh heru | Juni 26, 2009 | Balas

  3. Dari segi keekonomian, apa PLTGL bisa diterapkan di Indonesia? Meski potensi sangat besar, apakah Pemerintah kita berani untuk menerapkan teknologi tinggi dan mahal seperti ini?

    Komentar oleh Amalia | Agustus 12, 2009 | Balas


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: