IJALISME

Walau Patah Sayap Rajawali Bertongkat Juga Aku ke Sini

MELAYU/MEULOYEO JANGAN TAKUT

    Seindonesia pasti akan alergi bila mendengar kata melayu, padahal jika kita urut dari pasifik  hingga samudra hindia hingga tanjung Harapan maka anda akan menemukan kosa kata yang hampir sama.

contoh: Kelamay

adalah makanan yang terbuat dari tepung+ santan+gula+gula aren.

dengan bahan yang sama anda akan menemukan makanan itu di hawai, di madagaskar di samoa barat fiji dan di pulau pantai terluar negara chili. di Indonesia ???? pasti akan mengenal kelamay.

banyak kata yang diawali “Wai” ada way kambas di sumatra way ngapu di nusa tenggara dan way nana di kep. pasisfik.

jadi ???

kita masih bersaudara dari tanjung harapan hingga ujung pasifik.

selamat menyelidiki…………@};-

Mei 15, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

Jatuh Cinta Sebagai Kejadian Spiritual

Setiap orang pernah jatuh cinta. Umumnya, jatuh cinta itu terjadi pada orang denganlawan jenis. Tidak ada satupun kata-kata yang bisa mewakili perasaan jatuh cinta. Sebutlah kata

senang, gembira, bahagia, bergetar, berdebar, takut kehilangan, cemburu, ingin selalu bersama, semua terlihatbersinar dan menyenangkan, tetap sajatidak bisa mewakili seluruh nuansa jatuhcinta.

Biasanya yang lama diingat orang melalui kejadian-kejadian jatuh cinta adalah perasaan-perasaan yang ada di dalam. Memegang tangan pasangan saja membuat jantung berdebar. Melihat matanya yang dibalut senyum bisa membuat terkenang-kenang selamanya. Kata-kata pertama yang menunjukkan lawan jenis kita tertarik dan jatuh cinta pada kita, bisa menjadi satu rangkaian kalimat yang terdengar di telinga setiap hari.
Memperhatikan rambut, tata krama, cara berpakaian, cara bicara lawan jenis
kita, semuanya tampak pas dan sempurna. Dan pada akhirnya membuat kita seperti
memiliki dunia ini seorang diri.

Inilah rangkaian hal yang membuat cinta diidentikkan dengan perasaan (feeling).
Banyak sudah lagu, film, sinetron, novel, syair, puisi yang lahir dari sumber cinta sebagai perasaan. Kalau kemudian banyak yang memberikan kesan cinta itu cengeng, lemah, tangisan dan sejenisnya, itu hanyalah sepenggal pemahaman tentang cinta sebagai perasaan.

Ada dimensi kedua dari cinta yang layak dicermati setelah cinta sebagai perasaan, yakni cinta sebagai sebuah kekuatan (power). Coba perhatikan pengalaman jatuh cinta kita
masing-masing. Ada kekuatan maha dahsyat yang ada di dalam diri, yang membuat
badan dan jiwa ini demikian perkasanya. Seolah-olah disuruh memindahkan gunungpun rasanya bisa. Hampir tidak ada penugasan dari lawan jenis yang kita cintai yang tidak bisa diselesaikan. Mulut ini seperti dengan cepatnya berteriak : bisa !

Bermula dari pemahaman seperti inilah maka Deepak Chopra dalam The Path To Love, menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Ia tidak semata-mata bertemunya dua hati yang cocok kemudian menghasilkan jantung yang berdebar-debar. Ia adalah tanda-tanda hadirnya sebuah kekuatan yang dahsyat. Persoalannya kemudian, untuk apa kekuatan dahsyat tadi dilakukan.

Kaum agamawan nan bijaksana menggunakan kekuatan terakhir sebagai sarana untuk
bertemu Tuhan. Usahawan yang berhasil menggunakan tenaga maha besar ini untuk
menekuni seluruh pekerjaannya. Ibu yang mencintai keluarganya mengabdikan
seluruh tenaganya untuk mencintai anak dan suaminya. Pekerja yang menyadari kekuatan ini menggunakannya untuk bekerja mencari harta di jalan-jalan cinta. Banyak orang yang dijemput keajaiban karena kemampuan untuk membangkitkan tenaga maha dahsyat ini.

Anda bisa bayangkan, tentara Inggris yang demikian perkasa harus pergi dari India karena kekuatan cinta Mahatma Gandhi beserta pejuang lainnya. Negeri ini dideklarasikan secara amat gagah berani melalui cinta duet Sukarno-Hatta. Demokrasi Amerika berutang amat banyak pada cinta George Washington. Raksasa elektronika Matsushita Electric dibangun di atas tiang-tiang cinta Konosuke Matsushita. Microsoft sampai sekarang
masih dipangku oleh kecintaan manusia luar biasa yang bernama Bill Gates.
Sulit membayangkan bagaimana seorang Jenderal besar Sudirman bisa memimpin
pasukan melawan Belanda dengan badan yang sakit-sakitan, kalau tanpa modal
cinta yang mengagumkan. Wanita perkasa dengan nama Kartini mengambil resiko
yang demikian tinggi untuk mengangkat derajat kaumnya, apa lagi yang ada di
baliknya kalau bukan kekuatan-kekuatancinta.

Boleh saja Anda menyebut rangkaian bukti ini sebagai serangkaian kebetulan, tetapi saya lebih setuju dengan Deepak Chopra yang menyebut bahwa jatuh cinta adalah sebuah kejadian spiritual. Dari sinilah sang kehidupan kemudian menarik kita tinggi-tinggi ke rangkaian realita yang oleh pikiran biasa disebut luar biasa. Di bagian lain bukunya, Chopra menulis : “merging with another person is an illusion, merging with the Self is
the supreme reality”. [Gde Prama]

Mei 15, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

<a href=”http://karirkerja.blogspot.com&#8221; target=”_blank”><img src=”http://fatihsyuhud.googlepages.com/info-kerja.gif&#8221; border=”0″ alt=”Job Vacancy Indonesia”></a>

Mei 14, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

sebuah harapan

ingat jal usia engkau dah 24 tahun

Mei 12, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

MENDEFENISIKAN SEBUAH CINTA

Dalam kehidupan sehari-hari selaku pembaca yang baik pasti mengenal tokoh Fahri yang baik dalam novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta, selanjutnya anda juga mengenal tokoh Hanafi dalam roman “jadul” Abdul Muis dengan Salah Asuhan. Tema yang diambil dari kedua roman ini sama yakni “cinta”namun terdapat banyak prasangka yang timbul dari kedua roman ini.

Pembaca yang baik, apa pendapat anda tentang paparan di atas?  Ternyata sesuatu yang persis sama dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda tergantung pada posisi dan kepentingan kita. Bahkan baik buruknya suatu peristiwa sangat tergantung kepada terganggu tidaknya kepentingan kita. Memang inilah yang selalu yang kita hadapi kalau dalam ilmu filsafat Tao Te Ching kehidupan ini harus ada keseimbangan antar Yin dan Yan.

Perubahan yang besar, revolusioner dan menakjubkan akan terjadi ketika kita mampu melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain, terutama dari sudut pandang dengan pihak yang yang berseberangan dengan kita. Inilah defenisi sebuah cinta. Cinta adalah  kemampuan kita melihat dari sudut pandang orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain bahkan menghayati suasana kehidupan orang lain. Dalam Novel ayat-ayat cinta defenisi ini dengan baik diperankan oleh seorang Maria sang gadis koptik yang begitu menghayati tetangganya yang soleh dan baik hati. Defenisi ini sangat sederhana tetapi jika dilaksanaka akan terasa sulit. Karena cinta berhubungan dengan ego yang lahir dari diri kita. Kita sering menganggap penderitaan kita sebagai permasalahan terpenting di dunia. Benarkah??? Andalah yang tahu jawabannya.

Kita harus menyadari kecenderungan kita yang selalu mengganggap masalah kita sendiri sebagai masalah yang terpenting. Hal ini tidak akan melahirkan sebuah cinta. Dalam Salah asuhan Hanafi selalu mengganggap sesuatu dengan kepribadiannya yang sudah melupakan bangsanya sendiri yakni cinta terhadap budaya minang yang telah membesarkannya. Cinta hanya dapat lahir dari kesadaran bahwa masalah yang dihadapi orang lain juga amat sangat penting. Kita harus mampu merasakan, menyelami dan menghayati situasi orang lain. Kemampuan inilah yang disebut dengan cinta.

Jika ada memiliki masalah dengan seseorang, coba bayangkan  diri kita berada pada diri orang tersebut. Pasti kita akan menemukan berbagai kejutan yang mencerahkan. Suatu pekerjaan yang sangat sederhana bagi kita. Dengan melihat masalah dengan berbagai sudut pandang maka kita akan lebih menghargai, memaafkan dan mencintai. Melihat sesuatu dengan sudut pandang orang lain, kita akan senantiasa diliputi perasaan rasa cinta dan belas kasih yang tak pernah putus. Kita juga akan merasakan bahwa sesungguhnya kita adalah SATU dari segi morfologis, psikis, dan genetis. Kita benar-benar dalam satu keatuan, inilah yang disebut dengan cinta dan inilah hakikat dari spritualitas.

Dalam ayat-ayat cinta kita bisa menghayati bahwa penghargaan terhadap diri dan hakikat orang lain adalah sumber energi yang menghasilkan suatu kekuatan yang bernama cinta. Cinta bukanlah hakikat  penghargaan terhadap kehidupan pribadi sperti cinta semu yang disajikan dalam kehidupan sinetron dan film yang tersaji dalam media sehari-hari.

Sebelum tulisan ini tertutup ada baiknya kita menghayati sebuah cerita seorang anak yang miskin yang hanya memiliki seorang sahabat (maaf bukan sinetron). Ia sering diejak dan dihina oleh teman-teman lainnya. Suatu  hari menjelang ulang tahun anak miskin itu, sahabatnya membayangkan betapa hari itu menjadi hari yang menyedihkan bagi si miskin. Bayangkan tidak ada orang yang ,mengucapkan selamat ulang tahun, tak ada kue ulang tahun, tak ada hadiah, dan tak ada yang peduli. Oleh karena itu sang sahabat menceritakan pada ibunya dan ia berharap sang ibu dapat menolong si anak miskin di hari jadinya.

Akhir cerita, di hari yang berbahagia itu sang ibu membuat suatu kejutan. Ia muncul di pintu depan kelas anaknya sambil membawakn kue dengan lilin yang menyala, menyanyikan lagu ulang tahun dan mendoakan  kemudian menyalami si anak miskin itu yang tertegun meneteskan air mata menyaksikan kejutan yang datang tersebut. Berpuluh tahun kemudian peristiwa ini dikenang sahabatnya sebagai salah satu peristiwa yang paling indah dalam hidupnya. Ia pun berkata, ”aku hampir tak bisa mengingat lagi nama-nama temanku yang ikut merayakan ulang tahun itu. Aku pun tak tahu temanku yang berasal dari keluarga miskin itu sekarang berada. Tapi setiap aku mendengar lagu dan doa yang kukenal itu, aku ingat hari itu, saat nada-nadanya berbunyi sangat indah, saat doa-doa dilantunkan dengan menyayat hati: di dalam suara seorang wanita bernama IBU mengalun dengan lembut, cahaya di dalam mata seorang anak laki-laki dan kue yang paling manis.

 

12 Mei 2007 pukul 07:05 pagi

Special thanks tu’ rekan-rekan BEM yang belum dan sudah-Milad  

Mei 12, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

casinoroyale2ol2.jpg

Mei 10, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit (CPO Parit)

    Energi berkaitan langsung dengan pertumbuhan Poduk Domestic Bruto (PDB) suatu negara indikatornya kita kenal dengan koefisien elastisitas penggunaan energi. Untuk negara indonesia koefisien elastisitas penggunaan energi adalah 1,84 %. Ini artinya untuk meningkatkan PDB 1% maka energi yang diperlukan harus naik 1,84%. Dengan angka penggunaan energi sebesar ini maka  Indonesia dikatakan sebagai negara yang paling boros dalam penggunaan energi jika dibandingkan dengan negara lain apalagi dengan negara maju. Sumber energi utama di Indonesia berasal dari minyak bumi. Sektor yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah sektor pertanian, industri, dan transportasi yang setiap tahunnya mendapat subsidi dari pemerintah. Pada sektor tersebut biasanya menggunakan sumber energi berasal dari bahan bakar minyak (BBM) yaitu minyak diesel.

            Sejak menjadi negara pengimpor minyak bumi pada tahun 2005 maka subsidi untuk bahan bakar minyak semakin membebani pemerintah Indonesia. Jika selama ini bahan bakar minyak menjadi  sumber pemasukan bagi negara maka sejak tahun 2005 malah menjadi sumber pengeluaran utama bagi negara. Hampir sepertiga dari kebutuhan  minyak bumi di negara ini harus di impor dari luar negeri, produksi minyak bumi Indonesia 1 juta barel perhari sedangkan kebutuhannya 1,3 juta barel perhari. Melihat keadaan seperti ini maka pemerintah mulai melirik sumber energi alternatif yang mampu menyumbang devisa bagi negara. Sumber energi yang mulai di lirik adalah gas alam, batu bara, panas bumi, energi sinar matahari, energi samudra hingga bahan bakar nabati (BBN).

            Bahan bakar nabati mendapat perhatian dari pemerintah karena di Indonesia tersedia cukup untuk keperluan ekspor dan dalam negeri. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BPPT sumber bahan bakar nabati yang ada di Indonesia cukup banyak yaitu 30 jenis tanaman. Di antara 30 jenis tanaman tersebut yang paling memungkin di pakai sebagai sumber bahan bakar nabati ada dua jenis tanaman yang layak dikembangkan ditinjau dari aspek teknis dan aspek ekonomi yaitu kelapa sawit (Palm Oil) dan jarak pagar (Curcas Jatropa).

            Kedua jenis tanaman ini sangat familiar bagi masyarakat Indonesia karena tanaman sawit merupakan penghasil minyak mentah sawit yang kita kenal dengan Crude Palm Oil atau CPO. Tanaman  jarak pagar sudah dikenal sejak zaman penjajahan Jepang yang digunakan sebagai minyak pelumas untuk mesin perang tentara  Jepang Pada Perang dunia ke-2 dan minyak mentah yang dihasilkan oleh minyak jarak dikenal dengan nama Curcas Jatropa Oil atau CJO. Bahan bakar nabati yang diolah dari kedua tanaman ini kita kenal dengan biodiesel.

Bahan bakar biodiesel sesuai namanya di pakai sebagai pengganti atau campuran minyak yang digunakan untuk mesin diesel. Biodiesel ini memang bukan 100 % tapi campurannya terdiri dari 70 % minyak solar dan 30 persen dari Fatty Acid Metyl Ester  atau yang lebih dikenal dengan nama FAME. FAME merupakan produk turunan dari CPO dan CJO lewat reaksi trans-esterifikasi. Untuk biodiesel dari minyak jarak Indonesia pantas bersyukur karena satu-satunya negara di dunia yang mampu membuat biodiesel dengan komposisi 100 persen dari minyak jarak.

Walaupun cuma 30 persen tapi produksi biodiesel berbahan baku dari kelapa sawit lebih menjanjikan dari tanaman jarak karena ketersediaan sawit lebih banyak, harga minyak sawit agak stabil di pasaran dunia, selain itu minyak sawit dijadikan sebagai komiditas makanan. Hal tersebut belum berlaku bagi tanaman jarak karena belum teruji dalam komersil dan masih dalam percobaan. Maka untuk strategi jangka pendek dan menengah digunakan CPO sebagai bahan baku untuk biodiesel.

Jika  biodiesel diproduksi dari  CPO maka akan mengganggu pasokan untuk keperluan industri lain yang berbasiskan CPO misalnya industri minyak goreng, margarin, surfaktan, industri kertas, industri polimer dan industri kosmetik. Selain itu kapasitas pabrik yang dibangun harus dalam skala besar dan harus terintegrasi dengan industri CPO. Skala yang ideal yang minimum untuk pembangunan biodiesel dengan berbahan baku biodiesel adalah 100 ribu ton per tahun dengan laju pengembalian modal sekitar 6 tahun. Angka ini akan sulit terealisasi mengingat industri lain juga membutuhkan CPO dalam jumlah yang besar.

Tantangan yang lain bagi pengembangan industri biodiesel adalah harga CPO dan bahan baku pendukung lainnya cenderung naik, harus bersaing dengan BBM konvensional yang sewaktu-waktu harganya bisa jatuh. Karena harga BBM konvensional tergantung pada situasi politik di Timur Tengah, jika kondisi politik di Timur Tengah telah stabil maka harga minyak akan jatuh kembali. Mengingat krisis seperti ini pernah terjadi pada dekade 70-an terjadi embargo minyak bumi. Selain itu adanya persaingan dengan penghasil biodiesel utama di Eropa yaitu negara Jerman dengan kapasitas produksi 2 juta ton pertahun. Sebagian besar paten  proses pengolahan biodiesel di pegang oleh negara Jerman. Melihat kondisi seperti ini perlu dilakukan inovasi untuk pengolahan biodiesel. Maka alternatif yang dipakai untuk pembuatan biodiesel adalah menggunakan limbah dari produksi CPO atau yang lebih dikenal dengan nama CPO parit.

            Pada tahun 2005 Indonesia punya 360 pabrik CPO dengan produksi           11,6 juta ton  dan dihasilkan limbah cair sebanyak 0,355 juta ton. Limbah cair kelapa sawit memiliki BOD sebesar 25.000 mg/l, COD sebesar 50.000 mg/l dan pH 4,2 (bersifat asam)  limbah ini akan menimbulkan masalah bagi lingkungan hidup jika dibuang secara langsung. Menurut  Kementrian Lingkungan Hidup batasan limbah yang dibuang ke alam  adalah  100 mg/l untuk BOD, 350 mg/l untuk COD dan kisaran pH sebesar 6 – 9. Jika limbah cair ini dimanfaatkan untuk keperluan produksi biodiesel dengan perkiraan hilang sebesar 10% maka kemungkinan FAME  yang akan dihasilkan sebesar 0,320 juta ton yang bisa diolah menjadi 7,093 juta liter biodiesel/tahun.

         Kelebihan  pembuatan biodiesel dengan bahan baku limbah cair CPO adalah sebagai berikut:

1.   Meniadakan pencemaran limbah terhadap pencemaran air tanah dan sunagai.

2.   Transfer Pricing karena penggunaan biodiesl berbahan baku ini akan menekan pokok produksi CPO. Harga  solar untuk keperluan industri per 1 Juli 2006 Rp 6.321,22 – Rp 6.595,70 per liter (berdasarkan suplai point). Apabila Pabrik CPO menggunakan Biodisel berbahan baku ini, maka biaya yang dikeluarkan hanya Rp. 4.785,00 perliter (harga standar yang dibuatkan untuk biodiesel mutu standar) harga ini dapat ditekan lagi karena CPO parit hanya Rp.300,00 perliter. Harga ini dapat ditekan lagi jika terjadi kontrak tetap dengan pabrik CPO yang ada karena akan dapat terbantu terhadap solusi limbah cair yang di hasilkan.

3.   Memperoleh CDM (clean development mechnism).

4.   Bisa di bangun terintegrasi dengan pabrik CPO karena berfungsi sebagai pengolah limbah.

Propinsi Riau merupakan daerah penghasil CPO terbesar di Indonesia yaitu dengan produksi 3,3 juta ton pertahun atau hampir 30 persen dari total produksi sawit Indonesia. Dengan angka produksi sebesar ini maka CPO parit yang dihasilkan adalah 0.1065 juta ton atau 106,5 ribu ton. Jika dibangun pabrik biodiesel dengan menggunakan CPO parit  di Riau dan terintegrasi dengan pabrik CPO maka akan mengurangi angka pengangguran. Mengingat pabrik CPO di Riau berjumlah 118 buah, jika di asumsikan satu pabrik biodiesel menyerap tenaga kerja 20 orang maka jumlah tenaga kerja yang terserap adalah 2.360 orang.  Sebuah peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan bisa memininalisir angka kemiskinan di Riau. Maka ada satu pertanyaan yang muncul, Adakah minat kita untuk mengembangkannya???

Mei 10, 2007 Posted by | tulisan | 62 Komentar

MEMANDANG BOLLYWOOD

    Pernahkah anda mendengar nama Lakshmi Mittal??? Saya pikir tidak masalah jika anda menjawab tidak kenal. Meskipun nama awalnya Lakshmi yang jelas dia bukan perempuan. Dia bukan artis Bollywood yang anda kenal seperti Shah Rukh Khan, Amitabh Baachan atau Aamir Khan yang dikenal diseluruh dunia berkat kesuksesan Filmnya ”Laagan” masuk nominasi oscar untuk kategori film asing terbaik.  Tetapi dia merupakan bintang dari segala bintang dalam bidangnya.

            Majalah Forbes dari Amerika Serikat tahun 2005 menobatkannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan 25 milyar US dolar (250 trilyun rupiah atau lebih dari separuh dari anggaran belanja tahunan RI), menyusul di belakang nama yang sudah lebih terkenal yaitu Warren Buffet di tempat ke dua dan Bill Gates di urutan pertama. Cerita tentang Lakshmi Mittal ini (pemilik jaringan pabrik baja terbesar di planet bumi) menandai naik daunnya pengusaha India setelah sebelumnya banyak profesional India yang sukses berkiprah di berbagai perusahaan kelas dunia.

            Ada contoh lain?? Ajay Banja siapa ini?? Saudara Ajay Devgan??? Salah besar anda. Dia adalah  bussinesman . Dia memulai karir di Nestle India di mana salah satu tugasnya adalah setiap hari bangun jam 4 pagi untuk mengambil susu dari peternakan-peternakan di dekat pabrik. Lalu dia pindah ke jaringan restoran Pepsi Co. sebelum akhirnya bergabung dengan Citigroup (induk dari Citibank) di tahun 1996. Ajay lalu dipindahkan ke Amerika Serikat tahun 2000 dan menjadi Presiden divisi retail banking Amerika Utara hanya dalam waktu dua tahun setelahnya. Baru-baru ini dia dipromosi menjadi Co-director untuk global retail banking group bersama dengan Steven Freiberg; posisi ini adalah posisi nomor dua di Citigroup (perusahaan dengan asset 1,5 trilyun dolar). Untuk Indonesia yang baru saya tahu Cuma B.J Habiebie  sukses di negeri asing yaitu menempati posisi sebagai wakil presiaden pada Badan Antariksa dan Penerbangan Jerman dan merupakan posisi yang tertinggi untuk orang asing di negeri Jerman. Kalau putra Riau saya belum melihat yang sukses dinegeri asing tapi untuk Indonesia baru dua orang yakni mantan mendagri era B.J Habiebie dan mantan Ketua BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) yaitu Letjend (Purn.) Syarwan Hamid (orang siak) dan  Jali Ahimsa (oyang bagan).

            Kalau di Indonesia kita belum terbiasa melihat anak Riau sukses. Tapi kita semakin terbiasa menyaksikan wajah-wajah India menduduki posisi penting di luar negaranya. Entah sebagai bankir, eksekutif, ilmuwan, penulis, wartawan atau reporter, pemikir, dokter termasuk para bintang film dan sutradaranya terus menerus memperoleh pengakuan dari dunia. Belum terhitung banyaknya orang yang bekerja di industri IT (Information Technology) yang sudah menjadi trademark (merk dagang yang terkenal) orang India. Lulusan India Institute of Technology (IIT) yang tersebar di tujuh kota di India dan juga India Institute of Management (IIM) tak pernah risau dengan prospek sebagai penganggur dan malah lebih asyik berkutat memilih pekerjaan mana yang akan mereka ambil setelah lulus nantinya.

            Deret kesuksesan ini dapat terus diperpanjang namun pertanyaan yang harus segera kita ajukan kepada diri sendiri adalah apakah yang membuat mereka berhasil dan mengapa anak Riau tidak dapat melakukan hal yang sama? Mengapa? Apakah anak Riau tidak cukup pintar?

Sungguh sebuah pertanyaan yang menggoda. Namun sayangnya pertanyaan ini tidaklah relevan dan bahkan menyesatkan. India merupakan negara dengan populasi nomor dua terbanyak di dunia sedangkan Riau merupakan bagian dari negara dengan populasi nomor empat terbanyak di dunia. Alasan utama di belakang kesuksesan pengusaha dan professional India adalah mereka lebih berani (assertive), atau lebih pandai bicara, daripada orang-orang Asia lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan karena kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris yang secara langsung maupun tidak langsung menumbuhkan kepercayaan diri yang kuat. Kebanyakan orang mengabaikan pentingya watak percaya diri dan berani (self confident and assertiveness) namun dua kepribadian ini memainkan peranan penting untuk memenangkan pentas persaingan       di          dunia    Internasional.  

Jika kita melihat Riau yang katanya pada tahun 2020 akan menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara kelihatannya belum mampu berbuat apa-apa. Kita lihat banyak perusahaan besar yang ada di Riau tapi akan sangat sulit melihat Putra Riau yang menempati posisi penting atau menjadi pengusaha yang punya perusahaan yang mampu mengurangi angka kemiskinan di Riau. Sudah bukan rahasia lagi Riau punya sumber daya alam yang melimpah tapi rakyatnya banyak hidup susah. Tapi jika Putra Riau mampu berbuat banyak dalam  mengelola kekayaan  alam yang melimpah ini bukan tidak mungkin di Riau akan lahir banyak Mittal-Mittal yang baru yang tentunya dengan spesifikasi yang berbeda pula.

Sebenarnya banyak potensi Riau yang belum digali oleh putra-putri terbaiknya di mana di Riau ini berdiri 4 Universitas yang sebenarnya mampu berinovasi jika benar – benar menerapkan konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi. Minimal apa yang kita lakukan dikampus apakah  benar-benar produktif bila kita terjun ke masyarakat dan Rasulullah pernah bersabda sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Jangan menjadi manusia Ks3+1 (Kampus,Kos,Kakus,kantin) yang hanya membebani masyarakat. Yang jelas masih ada waktu kita untuk bergerak lebih maju untuk mewujudkannya asal tidak ada dusta diantara kita. Sebelum ditutup satu prtanyaan yang muncul apakah kita PD???? Tentu jawabannya anda yang tahu …. SUUUUaiiii.

Mei 10, 2007 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

assalamualaikum. apa kabar kawan ku sekalian (raihan)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Mei 9, 2007 Posted by | tulisan | 2 Komentar