IJALISME

Walau Patah Sayap Rajawali Bertongkat Juga Aku ke Sini

Sepuluh Program Internasional FREEMASONRY

free

Freemasonry, organisasi Yahudi yang telah didirikan sejak lebih kurang tahun 900 SM, memiliki sepuluh program internasional.

Program ini dalam istilah Freemasonry dinamakan Harar atau Satanim, berlambangkan gurita berkaki sepuluh ular berbisa berkepala sepuluh, dan hantu penerkam berkuku baja.

Program Pertama

Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim.

# Pada masa Isa a.s.
orang orang yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji “ingin menjadi Raja Yahudi”yang disampaikan pada penguasa Romawi. Tetapi Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan gantinya Yudas tersalib di Golgota. Maka setelah tiadanya nabi Isa, Yahudi berusaha menghancurkan ajran yang sudah disebarkan dengan “Takkim” yaitu :

* Merusak ajarannya yang ada seperti menghalalkan yang halal dan sebaliknya.

* Merusak akidah dengan doktrin Trinitas

* Merusak Injil yang ada dengan Injil palsu

* Saul (Paulus) dijadikan tandingan Nabi Isa a.s.

# Pada Masa Islam

* Pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Muhadin. Mereka diantaranya berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah kaum Anshor dan Muhajirin.

* Memecah belah Ali r.a dan Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan.

* Membuat ratusan hadist-hadist palsu, memsukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan sebagainya

* Mendangkalkan aqidah umat dengan filsafat Yunani sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat sufi, mu’tazilah dan sebagainya. Maka datangalah filsuf-filsuf Islam yang menguraikan akidah islam dengan jalan filsafat Yunani, menuruti pikiran Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan lainya.

* Membuat lembaga pendidikan Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry yang menafsirkan Alquran dan hadist dengan alam pikiran Freemasonry.

* Menhidupkan sunnah-sunnah jahiliahdengan alasan melestarikan adat istiadat nenek moyang.

* Menjadikan Islam supaya Tasyabbuh dengan Nasrani dan agama lain, diantaranya dengan memasukkan bentuk nyanyian gereja ke masjid, ulang tahun dan sebagainya

Program Kedua

Program kedua dinamakan “Shada” dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.

Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk kembali ke Alquran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak penjajah Inggris bekerja sama dengan Freemasonry mendirikan gerakan anti Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama bayaran anggota Freemasonry. Ditunjukkanya seorang Freemason “ Mirza Ghulam Ahmad”, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman , Bhuda awatara, Krisna, dan semacamnya.

Rabithah Alam islami yang bersidang di Makkah 14-18 Rabiul Awal1394 memutuskan bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam dan berkaitan dengan Zionisme.

Dan kasus-kasus “aliran sesat islam” yang beredar di indonesia seperti sholat dua bahasa dan lainya, kemungkian besar berkaitan dengan program Freemasonry.

Program Ketiga

Program ketiga dinamakan parokim, dalam istilah Freemasonry:

* Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal, tetpi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry.

* Mendukung tori-teori bertentangan.

* Membangkitkan kufarat dan menyiarkan teori Sigmond Freud dan Charles Darwin sehingga antara antara Ilmu pengetahuan dan agama bersaing, kalah mengalahkan.

Program Keempat

Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry :

* Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual

* Mengahpus hukum yang melarang kawin antaragama untuk menurunkan generasi bebas agama

* Pengambangan pendidikan seks di sekolah-sekolah

* Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal “kedudukan waris” dan “pakaian”

* Mengembalakan pemuda-pemudi kedunia khayali, dunia musik, dan narkoba. Serta membuat bet satan (rumah setan) untuk menampung pemuda-pemudi kealamnya
Mengorganisir kaum lesbian, guy, lutherianserta pengakuan hak mereka dalam hukum.

Program Kelima

Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.

Program Keenam

Program Kelima ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry:

* Mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (orang selain Yahudi)

* Menyuburkan perempuan-perempuan Yhaudi menjadi peridi

Program Ketujuh

Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yhaudidalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.

Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya peghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politikdan penerangan dunia.

Program Kedelapan

Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry :

* Untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan”jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.”

* Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatanya jatuh.

* Menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan ditempat-tempoat maksiat

* Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern.

* Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus

Program Kesembilan

Program kesembilan dinamakan Plotisme yaitu:

* Mendidk alim ulama dalam Plotis yang pahamnya terapung ambang.

* Alim ulama plotis itu disebarkansebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam.

* Alim ulama Plotis harus diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasoonry.

Program Kesepuluh

Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :

* Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry

* Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebgainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan

* Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freeamsonry

* Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemuidan pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya.

Dari data-data tersebut kita lihat bahwa begitu mendunianya program-program Freemasonry, dan Allah SWT telah memperingatkan ini dalam QS 8:72 bahwa mereka saling bahu membahu dan menjadi pelindung satu dengan lainya, dan pada lafadz “illa taf’aluuhu” Allah SWT memerintahkan kita untuk mengadakan upaya program tandingan Tansiq yaitu penyatuan hati umat islam. Dalam hal ini Ulama Islam sebagai pemegang amanah Para Rosul harus mulai bersatu untuk memimpin dan membangun Program tandingan yang mendunia yang insya Allah pasti akan menghancurkan program-program mereka. (lpwsumsel.majelismujahidin.or.id)

Iklan

Agustus 11, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 2 Komentar

Kepada Saudaraku M. Natsir

                                                                                 HAMKA

Meskipun bersilang keris di leher

     Berkilat pedang di hadapan matamu

     Namun yang benar kau sebut juga benar

               Cita Muhammad biarlah lahir

             Bongkar apinya sampai bertemu

             Hidangkan di atas persada nusa


      Jibril berdiri sebelah kananmu

      Mikail berdiri sebelah kiri 

     Lindungan Ilahi memberimu tenaga

           Suka dan duka kita hadapi

          Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu

          Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi

             Ini berjuta kawan sepaham

          Hidup dan mati bersama-sama

           Untuk menuntut Ridha Ilahi

        Dan aku pun masukkan

     Dalam daftarmu …….!

Agustus 7, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 2 Komentar

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)

Kulit luarnya bisa saja terlihat halus mulus tanpa cacat. Tapi siapa tahu, sisi dalamnya keropos. Ketidakpastian inilah yang dihadapi industri pesawat terbang sampai 40 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.

 

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack).

 

Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.

 

Pada saat itulah muncul anak muda jenius yang mencoba menawarkan solusi. Usianya baru 32 tahun. Postur tubuhnya kecil namun pembawaannya sangat enerjik. Dialah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, laki-laki kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

 

Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

 

Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

 

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

 

Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

 

Riwayat keilmuan Habibie dimulai ketika ia mendapat beasiswa dari pemerintah untuk belajar di Technische Hochschule Die Facultaet Fue Maschinenwesen, Aachen, Jerman, pada 1956. Selama setahun sebelumnya, Habibie tercatat sebagai mahasiswa ITB. Setelah mengantongi gelar diploma ingenieur jurusan konstruksi pesawat terbang, tahun 1960, sambil melanjutkan kuliahnya, ia menjadi asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Konstruksi Ringan di kampusnya.

 

Otak Habibie makin kelihatan encer kala gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.

 

Ia meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

 

Habibie hanya sampai tahun 1969 saja di HFB, karena dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Di tempat yang baru ini, karier Habibie meroket. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.

 

Di tempat ini pula Habibie menyusun rumusan asli di bidang termodinamika, konstruksi ringan, aerodinamika dan crack progression. Dalam literatur ilmu penerbangan, temuan-temuan Habibie ini lantas dikenal dengan nama Teori Habibie, Faktor Habibie dan Metode Habibie. Paten dari semua temuan itu telah diakui dan dipakai oleh dunia penerbangan internasional.

 

Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB. Sehingga Habibie berhak atas royalti dari teknologi yang dipakai dalam kendaraan udara berbadan lebar itu. Selain dari Airbus, Habibie juga mendapat royalti dari produsen-produsen roket di banyak negara, yang banyak menggunakan teknologi konstruksi ringannya.

 

Tahun 1978, Habibie dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Presiden Soeharto dan sejak itu kemudian berkiprah dalam upaya pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia, Hasilnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250.

 

Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara. Antara lain di Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sedangkan dalam bentuk penghargaan, Habibie menerima Award von Karman (1992) yang di bidang kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah bergengsi, yakni Edward Warner Award. (Hidayat Gunadi, Hatim Ilwan) — Sumber: Majalah Gatra Ed. Khusus, Agustus 2004).

Agustus 7, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 6 Komentar

LIR-ILIR

Oleh: Sunan Kalijogo

Lir-ilir, lir-ilir
tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…

Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
Selagi sedang terang rembulannya
Selagi sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Agustus 7, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar

Falsafah Lima Jari bagi Pengusaha

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, tentu ada pedoman dan arahan yang harus diikuti. Rambu-rambu seperti perintah dan larangan agama dan hati nurani harus kita ikuti. Petunjuk dan arahan dari pengusaha sukses juga perlu kita perhatikan dalam setiap langkah kita dan dalam setiap pengambilan keputusan.

Masalahnya kita sebagai manusia sering lupa dan alpha. Mudah sekali kita menabrak rambu-rambu dan tidak mengikuti nasihat orang-orang bijak.

Berikut ini ada nasihat dan falsafah yang mudah-mudahan bisa diingat untuk dijadikan pedoman agar kita bisa menjadi pengusaha yang sukses. Mudah diingat, karena falsafah ini sangat sesuai dengan jari kita, sehingga setiap kita lihat jari kita, kita akan ingat falsafah ini.

Oh ya, saya mendapatkan falsafah ini dari Pak Hadi Kuntoro, saat bertemu di mastermind TNM-e20 di Jakarta Timur. Pak Hadi sendiri waktu itu tidak ingat dari mana mendapatkan falsafah ini. Jadi kalau kebetulan ada pembaca yang lebih dulu mengetahui, semoga bisa memberi koreksi kalau salah.

1. Falsafah Jari Jempol / Ibu Jari

Ibu jari adalah jari terbesar, ini menandakan dalam berbisnis, kita ingat sesuatu yang besar yaitu potensi diri kita. Kita memiliki potensi yang sangat besar dalam hidup ini yang belum kita manfaatkan. Ahli neuroscience bahkan menemukan bahwa otak kita baru digunakan hanya 1% – 5% saja. Sisanya masih tertidur lelap menunggu dibangunkan. Berarti kalau kita bisa menggunakan potensi yang terpendam ini, pasti hasilnya akan luar biasa.

Disamping itu jari yang besar harus mengingatkan kita akan Alloh SWT yang Maha Besar. Allohu Akbar. Kita hanyalah mahluk yang kecil dan lemah. Sehingga kita dalam berbisnis tidak membuat kita takabur dan besar kepala, kalau sukses.

2. Falsafah Jari Telunjuk

Jari Telunjuk … hmm.. saya koq jadi lupa ya perlambangan jari telunjuk ini … ada yang tahu ???

3. Falsafah Jari Tengah

Jari Tengah, sebagaimana posisinya yang ditengah-tengah, ia tidak berat sebelah, dan penyeimbang. Ini menunjukkan sebagai pebisnis harus menjunjung keseimbangan dalam berbagai hal. Meskipun bisnis membuat sibuk kita harus berupaya seimbang dalam urusan dengan keluarga, seimbang dalam menjalankan ibadah, dan juga memiliki sifat adil.

4. Falsafah Jari Manis

Cobalah anda mengepal dan angkatlah jari manis sendirin, sampai lurus / tegak. Tentu Anda akan kesulitan. Ini melambangkan dalam berbisnis Anda tidak mungkin bisa berdiri sendiri. Sama seperti jari manis, jari manis baru bisa berdiri kalau jari-jari di kanan kirinya ikut berdiri. Kitapun dalam berbisnis, bisa sukses kalau bersama-sama orang lain bangkin dan menjalankan kerja sama yang baik.

Kita boleh saja merasa membangun bisnis sendiri, tapi ingat, secara langsung maupun tidak langsung ada orang lain yang ikut menyokong Anda. Bisa keluarga Anda, karyawan anda, suplier anda, dan yang terpenting adalah customer anda.

5. Falsafah Jari Kelingking

Jari kelingking adalah jari paling kecil. Dalam bisnis kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil yang bisa berpotensi membesar. Demikian juga jangan menganggap kecil hal-hal yang besar.

Mungkin dalam berbisnis kita dibuat stress dan marah-marah hanya karena hal-hal yang sepele. Begitu juga kita sering membiarkan masalah besar dan kita anggap bukan masalah. Hal-hal seperti ini harus dihindari.

Demikian uraian singkt tentang falsafah dalam berbisnis, semoga bisa bermanfaat. Tapi maaf ada yang kelupaan, nanti dicari lagi dech…(Fuad Muftie.)

Salam

Agustus 4, 2007 Posted by | Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Maya… I LOVE YOU

Assalamualaikum maya ……………

uplink-hacker-elite-1.jpg

Wah enak ya ternyata knl dengan maya, namun aku belum begitu bisa percaya apakah ada cinta di dunia maya ini , namun aku juga bisa bicara bahwa maya tak munkin tak miliki cinta , berapa banyak manusia yang menjalin hubungan lewat dunia maya . mengapa Aku katakan manusia karena tidak bisa digolongkan salah satu dari semua yang ada , kalau aku katakan orang Indonesia , belum tentu semuanya bahkan asal mula dunia maya bukan Indonesia yang menemukan , so belum tentu bisa Aku katakan Indonesia , berapa banyak orang barat yang nikah sampai dapat keturunan mereka dari dunia maya , namun ada satu hal yang boleh kita ingat sebagai manusia atau sebagai makhluk Allah yang hidup dimuka bumi ini

Tidak banyak yang bisa ingin aku katakan di sini hanya sebuah rasa yang selalu ku bawa mimpi di siang hari , tentunya membosankan bukan mimpi di siang bolong yang panas :d namun semua itu bukan untuk aku salahkan , artinya aku tidak menyalahkan keadaan ini dengan apa adanya , tapi aku yakin inilah sesungguhnya yang sedang aku alami di dunia ini , dan hal ini yang akan di Tanya oleh Allah dan akan aku pertanggung jawabkan di sisinya tentunya nantinya , tidak semua yang ada disini bisa dan boleh di percayai apa adanya layaknya sebuah berita yang selalu mengalir di telinga kita

bertahun tahun sudah berlalu dengan seribu angan angan yang ingin aku buang rasanya , tapi aku yakin semua itu memang sudah takdir dari Ilahi…

Agustus 4, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar

Syaikh Hasan Al-Banna

Dilahirkan di desa Mahmudiyah kawasan Buhairah, Mesir tahun 1906 M. Ayahnya, Syaikh Ahmad al-Banna adalah seorang ulama fiqh dan hadits. Sejak masa kecilnya, Hasan al Banna sudah menunjukkan tanda-tanda kecemerlangan otaknya. Pada usia 12 tahun, atas anugerah Allah, Hasan kecil telah menghafal separuh isi Al-Qur’an.

Sang ayah terus menerus memotivasi Hasan agar melengkapi hafalannya. Semenjak itu Hasan kecil mendisiplinkan kegiatannya menjadi empat. Siang hari dipergunakannya untuk belajar di sekolah. Kemudian belajar membuat dan memperbaiki jam dengan orang tuanya hingga sore. Waktu sore hingga menjelang tidur digunakannya untuk mengulang pelajaran sekolah. Sementara membaca dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an ia lakukan selesai shalat Shubuh. Maka tak mengherankan apabila Hasan al Banna mencetak berbagai prestasi gemilang di kemudian hari. Pada usia 14 tahun Hasan al Banna telah menghafal seluruh Al-Quran. Hasan Al Banna lulus dari sekolahnya dengan predikat terbaik di sekolahnya dan nomor lima terbaik di seluruh Mesir. Pada usia 16 tahun, ia telah menjadi mahasiswa di perguruan tinggi Darul Ulum. Demikianlah sederet prestasi Hasan kecil.

Selain prestasinya di bidang akademik, Ia juga memiliki bakat leadership yang cemerlang. Semenjak masa mudanya Hasan al Banna selalu terpilih untuk menjadi ketua organisasi siswa di sekolahnya. Bahkan pada waktu masih berada di jenjang pendidikan i’dadiyah (semacam SMP), beliau telah mampu menyelesaikan masalah secara dewasa, kisahnya begini :

Suatu siang, usai belajar di sekolah, sejumlah besar siswa berjalan melewati mushalla kampung. Hasan berada di antara mereka. Tatkala mereka berada di samping mushalla, maka adzan pun berkumandang. Saat itu, murid-murid segera menyerbu kolam air tempat berwudhu. Namun tiba-tiba saja datang sang imam dan mengusir murid-murid madrasah yang dianggap masih kanak-kanak itu. Rupanya, ia khawatir kalau-kalau mereka menghabiskan jatah air wudhu. Sebagian besar murid-murid itu berlarian menyingkir karena bentakan sang imam, sementara sebagian kecil bertahan di tempatnya. Mengalami peristiwa tersebut, al Banna lalu mengambil secarik kertas dan menulis uraian kalimat yang ditutup dengan satu ayat Al Qur’an, “Dan janganlah kamu mengusir orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya.”(Q. S. Al-An’aam: 52).

Kertas itu dengan penuh hormat ia berikan kepada Syaikh Muhammad Sa’id, imam mushalla yang menghardik kawan-kawannya. Membaca surat Hasan al Banna hati sang imam tersentuh, hingga pada hari selanjutnya sikapnya berubah terhadap “rombongan anak-anak kecil” tersebut. Sementara para murid pun sepakat untuk mengisi kembali kolam tempat wudhu setiap mereka selesai shalat di mushalla. Bahkan para murid itu berinisiatif untuk mengumpulkan dana untuk membeli tikar mushalla!

Pada usia 21 tahun, beliau menamatkan studinya di Darul ‘Ulum dan ditunjuk menjadi guru di Isma’iliyah. Hasan Al Banna sangat prihatin dengan kelakuan Inggris yang memperbudak bangsanya. Masa itu adalah sebuah masa di mana umat Islam sedang mengalami kegoncangan hebat. Kekhalifahan Utsmaniyah (di Turki), sebagai pengayom umat Islam di seluruh dunia mengalami keruntuhan. Umat Islam mengalami kebingungan. Sementara kaum penjajah mempermainkan dunia Islam dengan seenaknya. Bahkan di Turki sendiri, Kemal Attaturk memberangus ajaran Islam di negaranya. Puluhan ulama Turki dijebloskan ke penjara. Demikianlah keadaan dunia Islam ketika al Banna berusia muda. Satu di antara penyebab kemunduran umat Islam adalah bahwa umat ini jahil (bodoh) terhadap ajaran Islam.

Maka mulailah Hasan al Banna dengan dakwahnya. Dakwah mengajak manusia kepada Allah, mengajak manusia untuk memberantas kejahiliyahan (kebodohan). Dakwah beliau dimulai dengan menggalang beberapa muridnya. Kemudian beliau berdakwah di kedai-kedai kopi. Hal ini beliau lakukan teratur dua minggu sekali. Beliau dengan perkumpulan yang didirikannya “Al Ikhwanul Muslimun”, bekerja keras siang malam menulis pidato, mengadakan pembinaan, memimpin rapat pertemuan, dll. Dakwahnya mendapat sambutan luas di kalangan umat Islam Mesir. Tercatat kaum muslimin mulai dari golongan buruh/petani, usahawan, ilmuwan, ulama, dokter mendukung dakwah beliau.

Pada masa peperangan antara Arab dan Yahudi (sekitar tahun 45-an), beliau memobilisasi mujahid-mujahid binaannya. Dari seluruh Pasukan Gabungan Arab, hanya ada satu kelompok yang sangat ditakuti Yahudi, yaitu pasukan sukarela Ikhwan ! Mujahidin sukarela itu terus merangsek maju, sampai akhirnya terjadilah aib besar yang mencoreng pemerintah Mesir. Amerika Serikat, sobat kental Yahudi mengancam akan mengebom Mesir jika tidak menarik mujahidin Ikhwanul Muslimin. Maka terjadilah sebuah tragedi yang membuktikan betapa pengecutnya manusia. Ribuan mujahid Mesir ditarik ke belakang, kemudian dilucuti. Oleh siapa ? Oleh pasukan pemerintah Mesir! Bahkan tidak itu saja, para mujahidin yang ikhlas ini lalu dijebloskan ke penjara-penjara militer. Bahkan beberapa waktu setelah itu Hasan al Banna, selaku pimpinan Ikhwanul Muslimin menemui syahidnya dalam sebuah peristiwa yang dirancang oleh musuh-musuh Allah.

Dakwah beliau bersifat internasional. Bahkan segera setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Hasan al Banna segera menyatakan dukungannya. Kontak dengan tokoh ulama Indonesia pun dijalin. Tercatat M. Natsir pernah berpidato didepan rapat Ikhwanul Muslimin. (catatan : M. Natsir di kemudian hari menjadi PM Indonesia ketika RIS berubah kembali menjadi negara kesatuan).

Syahidnya Hasan al Banna tidak berarti surutnya dakwah beliau. Sudah menjadi kehendak Allah, bahwa kapan pun dan di mana pun dakwah Islam tidak akan pernah berhenti, meskipun musuh-musuh Islam sekuat tenaga berusaha memadamkannya.
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. QS. Ash-Shaff : 8

Masa-masa sepeninggal Hasan al Banna, adalah masa-masa penuh cobaan untuk umat Islam di Mesir. Banyak murid-murid beliau yang disiksa, dijebloskan ke penjara, bahkan dihukum mati, terutama ketika Mesir di perintah oleh Jamal Abdul Naseer, seorang diktator yang condong ke Sovyet. Banyak pula murid beliau yang terpaksa mengungsi ke luar negeri, bahkan ke Eropa. Pengungsian bagi mereka bukanlah suatu yang disesali. Bagi mereka di mana pun adalah bumi Allah, di mana pun adalah lahan dakwah. Para pengamat mensinyalir, dakwah Islam di Barat tidaklah terlepas dari jerih payah mereka. Demikianlah, siksaan, tekanan, pembunuhan tidak akan memadamkan cahaya Allah. Bahkan semuanya seakan-akan menjadi penyubur dakwah itu sendiri, sehingga dakwah Islam makin tersebar luas.

Di antara karya penerus perjuangan beliau yang terkenal adalah Fi Dzilaalil Qur’an (di bawah lindungan Al-Qur’an) karya Sayyid Quthb. Sebuah kitab tafsir Al-Qur’an yang sangat berbobot di jaman kontemporer ini. Ulama-ulama kita pun menjadikannya sebagai rujukan terjemahan Al-Qur’an dalam Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah : Al-Qu’an dan Terjemahannya keluaran Depag RI, kemudian Tafsir Al-Azhar karya seorang ulama Indonesia Buya Hamka. Mengenal sosok beliau akanlah terasa komplit apabila kita mengetahui prinsip dan keyakinan beliau. Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang senantiasa beliau pegang teguh dalam dakwahnya:

Saya meyakini : Sesungguhnya segala urusan bagi Allah. Nabi Muhammad SAW junjungan kita, penutup para Rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Sesungguhnya hari pembalasan itu haq (akan datang). Al-Qur’an itu Kitabullah. Islam itu perundang-undangan yang lengkap untuk mengatur kehidupan dunia akhirat.

Saya berjanji : Akan mengarahkan diri saya sesuai dengan Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunah suci. Saya akan mempelajari Sirah Nabi dan para sahabat yang mulia.

Saya meyakini : Sesungguhnya istiqomah, kemuliaan dan ilmu bagian dari sendi Islam.

Saya berjanji : Akan menjadi orang yang istiqomah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemunkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya. Mengutamakan kekeluargaan dan kasih sayang dalam berhukum dan di pengadilan. Tidak akan pergi ke pengadilan kecuali jika terpaksa, akan selalu mengumandangkan syiar-syiar islam dan bahasanya. Berusaha menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk seluruh lapisan umat ini.

Saya meyakini : Seorang muslim dituntut untuk bekerja dan mencari nafkah, di dalam hartanya yang diusahakan itu ada haq dan wajib dikeluarkan untuk orang yang membutuhkan dan orang yang tidak punya.

Saya berjanji : Akan berusaha untuk penghidupan saya dan berhemat untuk masa depan saya. Akan menunaikan zakat harta dan menyisihkan sebagian dari usaha itu untuk kegiatan-kegiatan kebajikan. Akan menyokong semua proyek ekonomi yang islami, dan bermanfaat serta mengutamakan hasil-hasil produksi dalam negeri dan negara Islam lainnya. Tidak akan melakukan transaksi riba dalam semua urusan dan tidak melibatkan diri dalam kemewahan yang diatas kemampuan saya.

Saya meyakini : Seorang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya, diantara kewajibannya menjaga kesehatan, aqidah dan akhlak mereka.

Saya berjanji : Akan bekerja untuk itu dengan segala upaya. Akan menyiarkan ajaran-ajaran islam pada seluruh keluarga saya, dengan pelajaran-pelajaran islami. Tidak akan memasukkan anak-anak saya ke sekolah yang tidak dapat menjaga aqidah dan akhlak mereka. Akan menolak seluruh media massa, buletin-buletin dan buku-buku serta tidak berhubungan dengan perkumpulan-perkumpulan yang tidak berorientasi pada ajaran Islam.

Saya meyakini : Di antara kewajiban seorang muslim menghidupkan kembali kejayaan Islam dengan membangkitkan bangsanya dan mengembalikan syariatnya, panji-panji islam harus menjadi panutan umat manusia. Tugas seorang muslim mendidik masyarakat dunia menurut prinsip-prinsip Islam.

Saya berjanji : Akan bersungguh-sungguh dalam menjalankan risalah ini selama hidupku dan mengorbankan segala yang saya miliki demi terlaksananya misi (risalah) tersebut.

Saya meyakini : Bahwa kaum muslim adalah umat yang satu, yang diikat dalam satu aqidah islam, bahwa islam yang memerintahkan pemelukya untuk berbuat baik (ihsan) kepada seluruh manusia.

Saya berjanji : Akan mengerahkan segenap upaya untuk menguatkan ikatan persaudaraan antara kaum muslimin dan mengikis perpecahan dan sengketa di antara golongan-golongan mereka.

Saya meyakini : Sesungguhnya rahasia kemunduran umat Islam, karena jauhnya mereka dari ”dien” (agama) mereka, dan hal yang mendasar dari perbaikan itu adalah kembali kepada pengajaran Islam dan hukum-hukumnya, itu semua mungkin apabila setiap kaum muslimin bekerja untuk itu.

Integritas Diri:

Intergritas memerlukan keyakinan kuat. Hasan Al Banna menulis Risalah Aqidatuna untuk Integritas.

  1. Saya yaqin bahwa seluruh persoalan berada di tangan Allah dan bahwa junjungan kita Muhammad sawa adalah penutup para rasul- Nya untuk seluruh ummat manusia. Hari pembalasan itu benar adanya, Al- Qur’an adalah kitabullah, Islam adalah agama syamil yang mencakup aturan kehidupan dunia akhirat.
  2. Saya berjanji untuk menghafal sebagian Al-Qur’an dan berpegang teguh dengan sunnah Rasullullah. Saya berjanji akan mempelajari sirah nabi dan sejarah para sahabat yang mulia.
  3. saya yaqin bahwa istiqamah, keluhuran, dan ilmu pengetahuan termasuk rukun Islam.
  4. saya berjanji akan menjadi orang yang istiqomah, melaksanakan ibadah, menjauhi kemungkaran, berakhlak luhur, memelihara ibadah semampu saya, dan mengutamakan kasih sayang dari pada berperkara, kecuali bila terpaksa. Saya akan menyebarkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat di tengah-tengah masyarakat.
  5. Saya yaqin bahwa seorang Muslim dituntut untuk bekerja dan berusaha, dan dalam hasil usahanya itu adalah hak orang yang meminta-minta dan orang-orang yang tidak beruntung.
  6. Saya berjanji akan bekerja untuk kehidupan saya dan berhemat untuk masqa depan saya. Saya akan mendukung semua program ekonomi yang bermanfaat dan saya akan memajukan hasil produksi dalam negeri, serta saya tidak akan melakkukan transaksi apapun yang berbau riba, dan saya tidak akan terlibat dalam berbagai bentuk kemewahan hidup yang berada di luar kemampuan saya.
  7. Saya yaqin bahwa seoraang muslim bertanggung jawab terhadap keluarganya dan merupakan kewajibannya untuk menjaga kesehatan, akidah dan akhlak mereka. Saya akan memboikot semua buk, surat kabar, publikasi, lembaga, tim, klub yang bertentangan denga ajaran Islam.
  8. kewajiban seorang muslim adalah menghidupkan kembali kejayaan dan kemulyaan Islam, membangkitkan ummatnya dan menerapkan syariatnya.bendera Islam harus berkibar di mana-mana, dan tugas setiap muslim adalah mengasuh dunia dengan kaidah Islam yang luhur.
  9. Saya berjanji akan berjihat untuk menjalankan misis ini selama hidup dan untuk itu saya rela mengorbankan seluruh yang saya miliki.

10. Saya yaqin bahwa seluruh kaum muslimin adalah umat yang stu, yang diikat oleh akidah Islamiiyah, dan Islam menyuruh kepada pengikutnya untuk berbuat baikkepada semua orang.

11. Saya yaqin bahwa salah satu penyebab keterbelakangan umat Islam ialah karena mereka menjauh dari agama mereka sendiri. Pokok perbaikannya ialah kemballi kepada ajaran Islam dan hukumnya. Semua ini bisa diwujudkan bila kaum muslimin mau melakukannya.

Sepuluh Waiat Hasan Al- Banna

  1. Dalam kondisi bagaimanapun, dirikanlah shalat ketika mendengar adzan.
  2. Baca atau dengarkan Al- Qur’an dan ingatlah Allah jangan habiskan sebagian baktu untuk hal-hal yang tidak berguana.
  3. Berusahalah untuk bisa berbicara bahasa Arab fushah, sebab itu termasuk doktrin Islam.
  4. Jangan memperbanyak debat dalam setiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamerkepandaian dan apa yang dinamakan riya’ itu tidak akan mendatangkan kebaikan sama sekali.
  5. Jangan bayak tertawa, sebab hati yang berintraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khusyuk.
  6. Jangan bergurau sebabsebuah ummat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan.
  7. Jangan mengeraskan suara melebihi apa yang dibutuhkan pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan orang lain.
  8. jauhi dari menggunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakan selain kebaikannya.
  9. Kenalkan diri anda kepada saudara seiman dan seperjuangan walaupun anda tidak dituntut, sebab dasar dakwah kita adalah cinta dan kenal.
  10. Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramuy untuk mengunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda memiliki kepentinga (tugas) selsaikan segera.

Wallahu A’lam bi sawab ……

Di ambil dari data yang falid insya Allah

Agustus 4, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar