IJALISME

Walau Patah Sayap Rajawali Bertongkat Juga Aku ke Sini

Cantik itu Relatif

Cantik itu relatif! Jelek itu mutlak! Begitulah perkataan populer yang sering kita dengar atau ucapkan bila membicarakan tentang cantik tidaknya seorang wanita.

Perkataan tersebut menurut hemat saya terbagi dua macam (sedikit ngarang sih). Yang pertama yaitu cantik yang relatif-subyektif. Dan yang kedua yaitu cantik yang relatif-obyektif. Apa bedanya?

Bila saya mengatakan, “Pacar saya cantik!” Anda belum tentu setuju dengan pernyataan saya. Atau bahkan tidak setuju sama sekali. Mungkin bagi Anda pacar saya itu biasa saja, alias tidak cantik. Itulah contoh dari perkataan cantik yang relatif-subyektif. Dikatakan relatif karena tergantung dari sudut mana saya memandang. Dan dikatakan subyektif karena ada pengaruh emosi pribadi yang belum tentu sama dirasakan oleh orang lain.
Bila saya mengatakan, “Zaskia cantik!” Walaupun mulanya bersifat subyektif, tetapi saya yakin (kebanyakan dari) Anda akan setuju dengan pernyataan saya barusan. Walaupun mungkin ada juga yang mengatakan bahwa dia itu biasa saja. Itulah contoh perkataan “cantik yang relatif-obyektif.” Dikatakan relatif karena tergantung dari segi apa kita menilai cantik tidaknya si Zaskia itu. Dan dikatakan obyektif karena kenyataannya memang dia cantik, di mana tak hanya penilaian emosi pribadi saya saja yang mengatakan itu, tetapi kebanyakan orang lainpun menyetujuinya secara jujur tanpa paksaan.

Memang sih bila dipikir-pikir sulit juga membedakan antara cantik yang relatif-subyektif dan cantik yang relatif-obyektif. Karena keduanya memang relatif.

Serupa dengan pembahasan relatif tidaknya kecantikan seorang wanita tadi, dalam matematika pun ada yang mengatakan bahwa permasalahan-permasalahan (soal-soal) matematika itu mempunyai kecantikan tersendiri. Dan kecantikannya itu pun relatif.

Februari 8, 2008 Posted by | Blogroll | 3 Komentar

Menggali Energi Alternatif dari Perairan

Baca lebih lanjut

Februari 2, 2008 Posted by | 1 | 2 Komentar

<!– START ADENGAGE.COM CODE 2.0 –>
<STYLE>
.ae_table_vert { width:auto; height:auto; background-color:None; }
.ae_td_vert,.ae_image_td_vert { padding-bottom: 4px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }
.ae_image_td_vert, .ae_image_td_horiz { text-align:right; padding-top:4px; padding-bottom:4px; padding-right: 4px; }
.ae_image_td_sky { text-align:left; padding-top:4px; padding-bottom:0px; padding-right: 0px; }
.ae_bb_td_vert { padding-bottom: 4px; padding-top: 4px; padding-left: 3px; padding-right: 3px; vertical-align:top; }
A.ae_title_vert, A.ae_image_link_vert {font-family: Verdana,Sans-Serif; font-size: 18px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: blue; text-decoration: None; }
.ae_desc_vert {font-family: Verdana,Sans-Serif; font-size: 12px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: black; }
.ae_click_count_vert {font-family: Verdana,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: None; }
A.ae_powered_vert {font-family: Verdana,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: normal; font-variant: normal; text-transform: none; color: blue; text-decoration: None; }
A.ae_yourlink_vert {font-family: Verdana,Sans-Serif; font-size: 10px; font-style: normal; font-weight: bold; font-variant: normal; text-transform: none; color: blue; text-decoration: None; }
A.ae_title_vert:hover, A.ae_powered_vert:hover, A.ae_yourlink_vert:hover, A.ae_image_link_vert:hover { color: blue;  text-decoration: Underline;}
.ae_image_vert { border-width:1px; border-color:blue;}
</STYLE>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
adengage_num_ads = 1;
adengage_layout_type = “vert”;
adengage_show_your_ad_here = 1;
adengage_yourlink_text = “See your link here”;
adengage_show_powered_by = 0;
adengage_show_click_count = 0;
adengage_class_suffix = adengage_layout_type;
adengage_arrow_text = “”;
window.adengage_draw_break = 1;
window.adengage_use_image = 1;
window.adengage_image_size = 50;
window.adengage_hide_desc = 0;
</SCRIPT><SCRIPT src=”http://adcode.adengage.com/js/ae_33862_adbox.js&#8221; LANGUAGE=”JavaScript”></SCRIPT>
<!– END ADENGAGE.COM CODE 2.0 –>

Januari 25, 2008 Posted by | iklan | Tinggalkan komentar

Dicari: CEO Unri Corp.

Rencana UNRI untuk menjadi Badan Hukum Pendidikan membuat ketar-ketir semua pihak terutama untuk daerah ini. Dengan angka kemiskinan yang masih dalam kisaran dua digit, dengan tingkat pendidikan yang masih rendah dan infrastruktur yang masih kacau balau untuk masyarakat, membuat ngeri hampir seluruh anak negeri. Dengan diterapkan BHP maka meminjam istilah lagu yang popular decade 80-an membuat”berdiri bulu roma”orang –orang  ndeso yang ingin merubah hidup lewat pendidikan.

            Berbagai opini, analisis SWOT, teknoekonomi dan berbagai istilah sulit lainnya selalu disebarkan mealui media tentang kebaikan dan keburukan BHP. Tapi inti dari semua kesimpulannya adalah satu BHP bertujuan baik. Benarkah???? Terkadang timbul pertanyaan dalam benak penulis adalah sejauh mana peran BHP nantinya, siapkah teknoware, harware,software dan humanware atau dalam bahasa bahasa melayunya (a)Pe KaTe Si aPeng (Pengetahuan, Keterampilan, Teknik, Sikap dan Pengalaman) dalam mengelolanya? Mungkin kalau kita telah membaca buku rhenald Kasali yang berjudul Change yang kemudian dilanjutkan dengan Recode your DNA mungkin benang kusut itu sedikit terjawab intinya adalah mengubah cara berpikir. Nah bagaimana mengubah cara berpikir lingkungan Unri sementara kita sudah terbiasa dengan kultur yang lama?? Restorasi meiji mengubah cara berpikir bangsa jepang yang merupakan pekerja keras selama 50 tahun, filsafat tao the ching dan kongfu tse mengubah cara berpikir bangsa korea selama 25 tahun. Apakah kita mampu melakukan lompatan kuantum hanya dengan 5 tahun untuk berubah? Jawabannya ada dua may be yes may be no.

            Ada hal yang menarik penulis jika unri benar-benar BHP yakni bagaimana nantinya unri menjadi sebuah pabrik untuk menghasilkan profit. Jika benar-benar menjadi sebuah pabrik maka sistem yang harus dibenahi adalah struktur organisasinya. Rektor selaku puncak pimpinan  bertindak seperti CEO (chief Executive Officer) yang bertanggung jawab penuh terhadap dewan direktur (masyarakat). Dalam sebuah organisasi yang berbadan hukum CEO adalah posisi  tunggal  dalam organisasi yang bertanggungjawab terutama  dalam  melaksanakan rencana dan kebijakan strategis. Hal ini telah dibuktikan oleh Dahlan Iskan dengan JPPN-nya, surya Paloh dengan Media groupnya dan untuk daerah ini adalah Rida K liamsi dengan RPG-nya. Yang mampu menggerakkan ribuan  manusia untuk lebih produktif.

            Seorang pelatih sepakbola klub  Notre Dam (tentu anda belum tau), Lou Holtz pernah berkata,” kita semua sudah dikatakan dan dilakukan ternyata lebih banyak yang dikatakan daripada yang dilakukan”. Semua itu terkumpul menjadi ceramah yang mempesona, brosur yang mengkilat, iklan yang menarik, Video teknologi tinggi, rayuan yang meyakinkan, slogan memikat, rencana strategis dan laporan tahunan yang menggagumkan, tindakan pelayanan dan kualitas yang terbaik dilakukan namun hasilnya biasa saja yakni mengedepankan kedangkalan daripada kedalaman.

            Banyak hal yang harus dibenahi Unri dalam menghadapi tantangan untuk menjadi lembaga berbadan hukum yang miirip sebuah pabrik. Terutama tantangan (a)Pe KaTe Si aPeng mengingat sumber daya yang ada adalah produk yang dihasilkan dari abad 20 yang belum begitu mengenal medan Alaf 21. terkadang tak jarang kita menyaksikan dan mengalami bagaimana perlakuan di lapangan yang kurang yang sudah menjadi Rahasia umum. Masih membudayanya Budaya connection (tidak punya skill) yang hanya mementingkan daerah tertentu daripada budaya profesionallitas yang merupakan  salah satu ciri organsasi berbadan hukum. Belum lagi kurangnya sinergi antara pemimpin dan jajaranya yang masih berbeda pandangan. Jika hal ini tidak berubah maka Visi Universitas ini menjadi berubah dari research menjadi ”pencetak tenaga professional yang dibayar murah”karena research membutuhkan biaya besar. Ini mengingat belum adanya produk riset yang bernilai jual dan hanya untuk mengejar kredit poin.

            Jika ingin Visi dan mimpi tidak ingin berubah maka dibutuhkan tenaga ekstra, terutama yang dikedepankan disini adalah (a)pe Kate Si aPeng lewat pembinaan yang berkelanjutan bukan district connection misalnya Taluk connection, ocu connection, Pasir connection dan berbagai warisan Belanda Lainnya. Dan ini menjadi tantangan produk  SDM yang lahir pada Abad 21 untuk menghadapi abad 21. Tantangan itu adalah ”Who Want To Be CEO UNRI Corp.”, selamat bervisi dan bermimpi.

Desember 15, 2007 Posted by | Renunganku | Tinggalkan komentar

KEMELUT HARGA MINYAK GORENG

Indonesia merupakan negara pengekspor CPO (crude palm oil) kedua setelah Malaysia, total 80 persen ekspor CPO didominasi oleh kedua negara ini. Banyak kalangan menilai indonesia akan menjadi negara pengekspor kelapa sawit nomor satu di dunia. Bahkan menurut Derom Bangun Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia pada tahun 2008. Namun menjelang menjadi  negara pengekspor kelapa Sawit terbesar Dunia indonesia malah mengalami krisis produk turunan dari CPO  itu sendiri yakni krisis minyak goreng.

Pola  konsumsi CPO di Indonesia adalah untuk margarin (1,6%), oleochemical (6,8%), sabun (2%), minyak goreng (29,6%), dan ekspor (60%). Sedangkan Perusahaan pemurnian minyak goreng di Indonesia dilakukan oleh sekitar 80 perusahaan, yang tersebar di 11 propinsi di Sumatera, Jawa dan Kalimantan dengan kapasitas produksi 7,79 juta ton pertahun. Produk turunan yang terbesar pemakaiannya adalah untuk keperluan pangan yakni minyak goreng. Namun dengan perkembangan harga minyak mentah dunia yang semakin meroket maka banyak pengusaha melakukan ekspor CPO yang harganya naik dua kali lipat dari 460 US dolar perton menjadi 840 US dollar perton mengakibatkan kenaikan harga produk turunannya menjadi naik secara signifikan. Karena  kenaikan harga ini memberikan peluang Pengusaha untuk meraup dollar sebanyak-banyaknya. Dengan kata lain daya tarik pasar ekspor lebih menjadi prioritas pengusaha.

Beberapa media tanah air baik lokal maupun nasional memberitakan minyak goreng menembus harga kisaran harga 9.000 – 10.000 Rupiah perliter bahkan di Papua menembus harga 30-40 ribu Rupiah perliter.  Akibat yang ditimbulkan dari kenaikan harga ini mengakibatkan penderitaan bagi rakyat kecil, sektor Usaha Kecil menengah yang selama ini menjadi motor perekonomian bangsa sudah mulai mendapatkan dampaknya. Bahkan presiden dan wakil presiden ikut-ikutan  menghimbau pengusaha untuk membantu kestabilan  harga minyak goreng. Pemerintah berusaha menimbang beberapa opsi kebijakan antara lain: program stabilisasi harga dengan operasi pasar, pemberian subsidi minyak goreng, penerapan kenaikan pajak buah dan kernel kelapa sawit beserta CPO dan turunannya, dan domestic market obligation bagi produsen minyak sawit.

Kepentingan Pangan Vs Kepentingan Energi

Berbagai pihak   menuding kenaikan harga minyak goreng ini akibat dari program pengembangan energi alternatif. Sebenarnya tanda-tanda perebutan kepentingan ini sebenarnya sudah bisa diduga dari  sejak kenaikan harga minyak dari 40 US dollar per barrel menjadi sekitar 70 US dollar per barrel. Sehingga dengan cara terpaksa mengkonversi produk pangan menjadi bahan baku untuk energi. Tanda-tanda ini dimulai dari kenaikan harga gula yang digunakan mensubstitusi bahan bakar bensin dan kemudian CPO yang mensubstitusi bahan bakar diesel yang dikenal dengan biodiesel.

Fenomena kenaikan ini memunculkan perang kepentingan antara 800 juta orang konsumen bahan bakar alternatif dengan 2 Milyar orang yang berharap komoditas ini menjadi yang menjadi bahan pangan sehari-hari. Dengan adanya pertempuran ini akan menghasilkan 845 juta orang kelaparan atau bergizi buruk dan sekitar 24.000 orang terutama anak-anak akan meninggal setiap hari. Dengan adanya ancaman ini berkemungkinan terjadinya ancaman terhadap instabilitas politik di Indonesia.

            Namun dalam program pengembangan energi alternatif dari pemerintah tidak dapat dipersalahkan begitu saja. Karena program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan negara ini terhadap energi terhadap bahan bakar minyak sebagai sumber energi yang utama di negara ini. Pengembaangan bahan pangan sebagai bahan bakar merupakan salah satu dari pengembangan energi altenatif. Dalam pengembangan energi ini lebih memprioritaskan pada Lahan kritis yang luasnya 14,277 juta hektar.

            Program pengembangan energi alternatif oleh pemerintah bertujuan untuk untuk mengurangi angka kemiskinan (pro-poor), penciptaan lapangan kerja (pro-job creation) dan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi (pro growth). Artinya pengembangan bahan bakar alternatif ini sesuai dengan karakter daerah masing-masing dan tidak mengkonversi lahan produktif untuk bahan pangan. Namun karena kurangnya komunikasi antara pengusaha dengan pemerintah terjadi salah tafsir akibatnya program ini oleh pencinta lingkungan dianggap sebagai “program perusakan lingkungan”. Padahal tujuan utama dari program ini adalah mengkonversi lahan kritis di Indonesia menjadi lahan produktif.

Perlu Pembenahan       

Supaya tidak terjadi kesalahpahaman antara Pemerintah, pengusaha dan pencinta lingkungan.  Seharusnya pemerintah  melakukan pembenahan terhadap tata niaga minyak goreng yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah. Seharusnya semua kita layak tahu pengusaha-pengusaha mana yang hanya bermain di industri hulu sawit ( produsen buah dan pengekspor) dan yang bermain di industri hulu dan hilir kelapa sawit (CPO dan Produk turunannya). Pemerintah seharusnya memberikan porsi kesetaraan  kepada para pengusaha untuk berpartisipasi untuk menstabilkan  pasokan dan harga minyak goreng di dalam negeri. Pemberlakuan kenaikan pajak ekspor memberikan kesan seoalah-olah pemerintah masih bermain ‘kekuasaan’dalam mengendalikan harga minyak goreng. Kebijakan pemerintah menaikkan pajak ekspor untuk CPO berpotensi menibulkan masalah di kemudian hari. Dan perbedaan pendapat antara pejabat pemerintah, pengusaha dan ekonom tentang berbagai kebijakan tentu  akan memperkeruh suasana sehingga yang rugi tetap rakyat kecil.

Dalam menyikapi kemelut harga minyak goreng hendaknya kita kembali mendorong kerjasama antar pemerintah dan pengusaha dalam merundingkan solusi yang terbaik dan saling menguntungkan. Dalam bahasa ilmu ekonomi, pasar bisa mengalami kegagalan dalam memberikan porsi seimbang bagi kesejahteraan kelompok kaya (the haves) dan si miskin (the have-nots), dan pemerintahlah yang dapat membantu mengatasi masalah ini. Tapi, pengendalian pemerintah harus tetap berpedoman bahwa tetap memberikan respon bahwa minyak goreng merupakan bahan pokok dan mempunyai pengaruh pada rakyat miskin pada saat harganya melambung tinggi.

Oleh sebab itu, setiap opsi kebijakan pemerintah hendaknya mengedepankan prinsip kolaborasi antar pemerintah-pengusaha. Hanya ada satu alasan, dalam dunia kompetisi bisnis kelapa sawit yang sangat tinggi dan mekanisme pasar yang di luar kendali, our own best is not enough.

Desember 8, 2007 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Impian

setiap orang

punya  impian

impian itu yang bisa  meneruskan hidup

impian dinda adalah
untuk mendapat cinta sejati

jika patah sayap rajawali

bertongkat jua kanda kembali

dinda anggap sebagai janji

November 17, 2007 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Ajari Aku Cinta

 

 

Begitu kulihat wajahnya untuk pertamakali, cinta itu langsung datang menyentuh kalbuku dengan sentuhan sihir. Kemudian dengan tidak sengaja disebuah kapal perjuangan, tidak sengaja dia duduk disebelahku dengan tidak sengaja aku menikmati indahnya ciptaan sang pencipta yang terlukis diwajahnya. Tidak cantik tapi manis oo… begitulah ciptaanNya yang selalu menghasilkan pendapat yang berbeda di kalangan manusia. Kulihat ia tertawa ringan yang keluar dari mulutnya yang merekah indah seolah –olah berkata”lihatlah aku,lihatlah aku”.Ooooh iblis sedang merayuku.

Adapun keadaannya saat itu, hampir saja ia berteriak sambil menundukkan pandangannya “aku takut, aku takut”. Jilbabnya yang berkibar-kibar mengisahkan kalbu yang tersayat bercampur dengan rasa senang dan gembira. Ada sisa kebahagiaan di tengah kepedihannya. Duhai sihir cinta mengapa kau biarkan aku menikmati senyum nya yang manis sementara ia tersayat kalbunya. Duhai sihir cinta mengapa kau biarkan aku terbenam dalam neraka Jahim yang selalu mengintaiku.

Cinta cinta cinta. Seakan tiada lagi yang dibicarakan selain cinta. Mengapa ada selalu cinta yang mewarnai hari-hari kita??? Mengapa orang selalu bertanya hanya ada satu cinta?? Mengapa orang menganggap tidak ada yang mendua?? itulah cinta. Cinta yang diproses melalui melalui reaksi jiwa lalu merekah dan menjiwai diri kita. Pandangan pertama itu sebenarnya hanyalah rasa takjub yang berbuah cinta namun terkadang tidak berbuah cinta hanya sekedar takjub dan hanya ad-dien yang membatasi kita. Namun mengapa ada selalu cinta yang mendua??

Imam Ibnu Hazm tentang masalah mendua ini, beliau mengatakan bahwa seseorang yang mencintai dan kasmaran terhadap dua kekasih, maka cintanya telah bercampur dengan nafsu. Padahal nafsu tidak bisa disebut dengan cinta

Sungguh dusta orang yang mengakui mencintai dua orang

Tiada tempat di hati untuk dua kekasih

Ia tidak dapat menduakan masalah

Sebagaimana akal adalah Satu

Ia tak menemukan sang pencipta kecuali Satu

Zat Yang Maha Pengasih

Demikian pula hati itu satu,

Tak dapat mencintai, selain kepadayang satu

Satu orang yang berjauhan, lama tidak bertemu

Agama juga satu, agama yang lurus

Kafirlah orang yang mengatakan ia memiliki dua agama

Cinta itu adalah sebenarnya merupakan perpaduan semangat ruh dan mental. Cinta bukan sekedar nafsu yang diaktualisasikan namun merupakan cara interaksi pertemuan ruh dengan ruh, jiwa dengan jiwa bukan jasad dengan jasad. Kemudian peristiwa itu di dukung oleh syara’ maupun adat istiadat.

Syariat membatasi pertemuan itu, lalu adat istiadat mendukungnya. Itulah cinta yang diakui dalam islam antara laki-laki dan perempuan yan target akhirnya adalah pernikahan. Mustahil dikatakan bahwa cinta itu merupakan kunci kebahagiaan, kecuali dalam hati orang yang jatuh cinta ada perasaan tenang, ridha dan tegar.

Cinta dan benci takkan dapat bertemu. Karena cinta merupakan perpaduan antara getaran perasaan-perasaan yang saling pengertian, sebagai ekspresi lelaki terhadap perempuan yang ia sukai. Perasaan hati ini adalah penghormatan penghargaan lelaki terhadap wanita. Oleh karena itu mustahil ada cinta murni yang hadir dalam jiwa jika sudah ada ikatan yang melanggar syar’i. Penghormatan itu takkan ada kecuali yang bersangkutan itu takut dengan azab sang pencipta. Sebagaimana indahnya kuntum bunga sakura, segayung air sejuk ditengah padang sahara yang panas dan gersang, dalam keindahan, kehausan dan kehampaan cinta sejati, marilah kita berbisik:”ya Rabbi …….Ajari Aku Cinta”


Selesai jam 8:00 wib 14 nopember 2007. teruntuk yang telah lancang mencintaimu dan Aku.

November 14, 2007 Posted by | 1 | 2 Komentar

Getaran Jiwa

Getaran jiwa ……………..

Irama dan lagu

Tersusun indah di dalam kalbu…..

Walau kadang sederhana ….

Tapi tak mengapa…………

Walau kadang tertanam di jiwa

Aku jadi bingung jadinya

 
Andai di pisah

 Lagu  dan irama

Malam gelap tanpa ber………bintang

 
Andai dipisah

Jiwa dan jasad

Hidup ini penuh hasad

November 1, 2007 Posted by | 1 | 1 Komentar

Konversi atau Mati

Kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai 90 dollar perbarel mengingatkan pada sejarah zaman “oil Bonanza” diera 70-an. Pada masa keemasan itu minyak menjadi sumber pemasukan utama bagi devisa Negara. Berbagai industri dibangun melalui uang minyak ini antara lain kita kenal pabrik baja Kratakatau Steel, pabrik Pupuk dan pabrik milik BUMN lainnya. Dengan minyak bumi ini pemerintah seolah mendapat durian runtuh dalam membangun Negara. sehingga pemerintah mulai terasa gatal untuk dengan memberikan subsidi bahan bakar Minyak kepada rakyat.

Namun belakangan kebijakan ini memberikan akibat yang sangat buruk bagi pemerintah. Dengan anggaran yang terbatas dan cenderung defisit pemerintah terpaksa mulai mengurangi subsidi BBM perlahan-lahan dari tahun ke tahun. Dengan adanya pengurangan subsidi ini terjadi kenaikan harga BBM hampir setiap tahun. Akibtanya berdampak langsung ke masyarakat bawah.

Kenaikan harga BBM dari tahun ke tahun, dari periode pemerintahan ke pemerintahan berikutnya selalu menimbulkan kontroversi. Betapa tidak, dampak naiknya harga BBM ini langsung dirasakan masyarakat bawah. Harga sembako menjadi naik dan tariff jasa ikut melambung tinggi. Rakyat kecil pun dibuat pusing tujuh keliling.

Keputusan seorang kepala pemerintahan untuk menaikkan harga BBM dalam negeri ini menjadi amat dilematis. Pemerintah Negara manapun akan sulit mengambil keputusan seperti ini. Tapi jika harga BBM tidak dinaikkan pemerintah akan mengalami kesulitan dalam pembangunan. Hal ini karena Subsidi bahan bakar minyak di Indonesia merupakan tertinggi di Dunia yakni sepertiga dari APBN. Sedangkan jika dinaikkan pemerintah akan menuai badai kritik, kecaman dan protes dari berbagai sisi, yang bisa berlanjut pada pertaruhan jabatan. Setiap orang akan tahu setuju ataupun tidak lambat laun harga BBM tinggal menunggu waktu untuk naik.

Alasan kenaikan harga minyak

Kenapa harga BBM negeri ini selalu naik? Pertanyaan ini seringkali terbetik dalam benak kebanyakan masyarakat kita. Pertanyaan ini mirip iklan rokok “Kapan kawin???” dan sepertinya jawaban kedua pertanyaan ini tidak pernah tuntas untuk dijawab.

Dalam rumusan ilmu ekonomi menyatakan bahwa harga permintaan ditentukan oleh tingkat permintaan dan penawaran pasar. Namun hukun ini tidak berlaku bagi harga BBM. BBM memiliki nilai strategis yang cukup tinggi, sehingga setiap pemerintah tidak lepas tangan dan harus campur tangan dalam penetapan harganya. Masing-masing Negara mempunyai alasan yang berbeda dalam menentukan harga BBM dalam negerinya. Untuk Negara maju penentuan harga ditentukan berdasarkan pertimbangan ekonomi dan kelestian lingkungan hidup. Sedangkan bagi Negara-negara berkembang seperti Indonesia alasan sosial politik lebih dikedepankan.

Secara umum ada empat alasan ekonomi tentang kenaikan harga BBM ini. Pertama, untuk menaikkan pendapatan Negara karena subsidi memberatkan APBN. Kedua, untuk melindungi industri dalam negeri dalam rangka berkompetisi dangan produk dari luar negeri terutama serbuan produk murah dari Negara Cina. Ketiga, untuk mendukung dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di arena perdagangan internasional. Keempat, untuk menyesuaikan harga dengan perkembangan harga minyak dunia karena sepertiga dari kebutuhan BBM di impor dari luar negeri.

Alasan sosial politik yang berkaitan dangan kenaikan harga BBM ini terdapat tiga alasan. Pertama, untuk mengurangi polusi. Artinya dengan adanya kenaikan harga ini dapat mengurangi angka pemakaian kenderaan bermotor, sehingga mengurangi tingkat polusi dan mendorong pemakaian energi alternatif. Selain itu kelebihan pendapatan negara dapat diperoleh dengan mengolah minyak dengan kualitas yang lebih baik misalnya minyak tanah yang dipakai untuk keperluan rumah tangga diolah menjadi avtur yang dijadikan sebagai bahan bakar pesawat terbang. Kedua, untuk melindungi masyarakat yang berpendapatan rendah. Artinya setiap akan menaikkan BBM harus memperhatikan akibat yang ditimbulkan. Ketiga, berdasarkan pertimbangan keadaan politik yang berkembang. Dengan alasan seperti ini sangat wajar ketika menetapkan harga BBM banyak rakyat kecil yang protes.

Konversi minyak ke gas

Rumput tetangga lebih hijau dari rumput dihalaman sendiri. Pepatah melayu ini sudah cukup untuk menggambarkan kondisi kebutuhan bahan bakar di di negeri ini. Rasa nyaman menikmati bahan bakar murah dengan subsidi selama ini telah meninabobokan kita. Kita menjadi boros dalam pemakaian bahan bakar. Kita merasa nikmat dengan perilaku ini karena harga bahan bakar minyak murah. Namun kita tersentak dengan tiba-tiba dengan meroketnya harga minyak dunia. Dengan harga minyak yang tinggi berarti pemerintah harus merogoh saku lebih dalam karena sepertiga dari kebutuhan minyak untuk bahan bakar indonesia harus di impor dari luar negeri. Celakanya minyak yang diimpor bukan minyak mentah tetapi yang dimpor adalah minyak olahan dengan kualitas tinggi. Sebagai contoh minyak tanah untuk kebutuhan memasak di impor dengan kualitas setara dengan avtur. Bisa dikatakan hampir tidak ada negara di muka bumi ini membakar avtur untuk keperluan memasak kecuali indonesia.

Keinginan pemerintah untuk mengkonversi salah satu bahan bakar ke gas adalah merupakan langkah yang tepat untuk tidak membakar uang untuk keperluan susbsidi BBM. Mengingat negeri ini merupakan salah satu negara penghasil gas utama di samping Qatar dan Russia. Cadangan bahan bakar ini lebih banyak dari cadangan minyak bumi, cadangan minyak bumi hanya 16 tahun jika tidak ada perkembangan teknologi penambangan. Sedangkan cadangan yang tersedia untuk gas alam adalah 189 TCF (triliun cubic feet/ triliun kaki kubik) artinya masih ada waktu 62 tahun. Dengan cadangan inilah pemerintah mulai menggerakkan program konversi minyak ke gas elpiji 3 kilogram untuk keperluan rumah tangga.

Namun keinginan ini bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan mengingat program ini yang mengubah tradisi penggunaan bahan bakar. Akibat yang yang timbul dari program ini adalah berkurangnya pasokan bahan bakar minyak di tingkat masyarakat kecil sehingga antrian terjadi dari untuk keperluan rumah tangga hingga keperluan transportasi. Kejadian ini menjadi berita hangat di berbagai media massa. Foto-foto tentang antrian ini menjadi headline terus bermunculan berbagai opini lahir dengan berbagai analisanya. Tayangan di televisi pun tidak berhenti menyajikan masalah ini. Seolah-olah pemerintah telah gagal.

Memang program ini tidaklah mudah untuk direalisasikan, puluhan tahun masyarakat kita di sudah dimanja dengan kata subsidi. Kemudahan-kemudahan itu tanpa terasa telah melenakan bangsa ini. Kita tidak menyadari, betapa besar energi yang tidak terbarukan terbuang sia-sia, betapa banyak anggaran negara yang hangus terbakar lewat kata sakti ”subsidi”. Padahal, subsidi tentu akan lebih bermanfaat bila dipakai untuk keperluan yang lain misalnya untuk pendidikan, kesehatan dan pangan.

Tapi sekali lagi, program ini konversi ini tidak semudah membalik telapak tangan. Konversi ini berhubungan dengan mengubah kebiasaan, mengubah budaya, dan mengubah pola pikir (mind set). Seperti apa yang dikatakan pakar perubahan tentang konsep gunung es bahwa perubahan mindset dan budaya itu ibarat gunung es yang tak terlihat di bawah permukaan air. Besar dan kokoh dalam arti memiliki resistensi kuat namun tidak terlihat di permukaan. Namun demi keberlangsungan negeri ini konversi ke gas merupakan hal harus dilaksanakan.

November 1, 2007 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

A

aaaaaaaaaaa

itulah urutan huruf yang pertama

aaaa

aku menyanggah pendapat orang

aaaaaaaaaaaa

ikut bernyanyi dan berdendang

aaaaaaaa

engkau yang pertama kenapa bukan bbbbbbbbbbb?

karena aaaaaaaaaaaaku lebih dulu

itu memang aaaaaaaaaaaturanku

kalau bbbbbbbbbbbetul kamu ikut aaaaaaaaaaaaaaku

bbbbbbbbbbboleh asal kau dibelakangku

September 24, 2007 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Optimalisasi CSR untuk Pengembangan Desa Mandiri Energi

Afrizal

Teknik Kimia Universitas Riau, FAM PII Riau

Hp:081371868356 (dah hilang), af_fampii@yahoo.com.my/afrizal.no4@gmail.com

 

Pendahuluan

Pembangunan berkelanjutan dan kebutuhan akan energi merupakan sebuah isu global baik isu konsumsi energi yang berkaitan dengan kebutuhan manusia dalam menjaga kelangsungan hidupanya maupun berkaitan dengan keterbatasan sumber daya alam dan efek dari penggunaan sumber energi tersebut. Berbagai kebijakan dan terobosan yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan keseimbangan energi. “Program biofuel” yang merupakan sebuah program nasional yang memberikan harapan cerah untuk bisa membawa bangsa ini keluar dari ancaman krisis bahan baker minyak dan ketergantungan pada bahan baker fosil yang kia menipis dan mahal. Penjabaran dari program biofuel tersebut salah satunya adalah pengembangan “Desa Mandiri Energi”.

Kesadaran perusahaan melaksanakan program sosial atau Coorporate Social Responsibility (CSR) yang menunjukkan kemajuan. Dengan harapan program ini diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan untuk mengatasi kemiskinan. Dengann adanya program ini diharapkan mampu secara konsisten dalam mendorong program “desa mandiri energi” yang dianggap mampu mengatasi kemiskinan (pro-poor), menciptakan lapangan kerja (pro-job creation) dan menyelamatkan lahan kritis menjadi lahan produktif.

Desa mandiri energi

Desa mandiri energi adalah desa yang dapat memproduksi sendiri kebutuhan energinya dan tidak lagi bergantung dari pihak yang lain. Sasaran utama program desa mandiri energi adalah wilayah pedesaan dan wilayah yang terisolir. Fokus pengembangan desa mandiri energi adalah pengembangan bahan bakar nabati (BBN) dalam skala kecil sesuai dengan potensi daerah.

Di Indonesia tersedia lahan yang cukup luas untuk pelaksanaan proram ini yakni seluas 14,277 hektare. Lahan tersebut tersedia di hampir seluruh propinsi kecuali Bengkulu dan DKI Jakarta. Jumlah lahan terbesar terdapat di tujuh propinsi yaitu Kalimantan Timur, Sulawesi tenggara, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Lampung, Papua dan Irian Jaya barat. Pada wilayah tersebut banyak perusahaan besar BUMN, swasta nasional dan Multi Nasional.

Prinsip yang dipakai dalam pengembangan desa mandiri energi ini adalah tidak mengkonversi lahan untuk tanaman pangan terutama tanaman pangan untuk kebutuhan pokok. Selain itu juga tidak menggugat keberadaan tanaman produktif yang sudah menjadi andalan masyarakat sebagai mata pencahariannya. Program Desa mandiri energi harus menjadi bagian solusi masalah pedesaan dan menambah kesejahteraan warga bukan menciptakan masalah baru misalnya rawan pangan.

Pembangunan Milenium

Program CSR bisa diarahkan kepada upaya pencapaian komitmen Indonesia untuk mencapai sasaran Tujuan Pembangunan Abad Milenium (MDGs). Pemberdayaan masyarakat menjadi langkah yang mutlak untuk mempercepat upaya pencapaian MDGs (Sembiring, 2007). Pengembangan Desa mandiri energi adalah salah satu penjabaran dari sasaran MDGs dengan harapan terbentuknya sebuah desa yang mampu mandiri energi tanpa bantuan dari pihak manapun.

Di Indonesia sektor migas, tambang, dan manufaktur paling banyak bersinggungan dengan persoalan lingkungan dan kemiskinan masyarakat sekitar perusahaan berpotensi menimbulkan konflik. Diharapkan peran perusahaan yang beroperasi berperan memberdayakan masyarakat sekitar, sehingga potensi maksimal dari pemanfaatan kekayaan alam Indonesia dapat dinikmati secara bersama sesuai dengan UUD 1945.

CSR sebagai Investasi Sosial

Ketika suatu perusahaan melakukan kegiatan usaha, apapun jenis dan bentuknya, beroperasi disuatu daerah, masyarakat sekitarnya berhak dan harus bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Bagi masyarakat, perusahaan adalah tamu, sedangkan mereka adalah tuan rumah. Sebagai tuan rumah mereka berhak atas sumber daya alam yang ada. Maka, jika ada yang melakukan kegiatan usaha mereka ingin dan merasa berhak bahkan wajib untuk dilibatkan.

Bersama masyarakat perusahaan bisa membentuk komite pemberdayaan masyarakat yang dikelola secara mandiri. Perusahaan melalui public relations memfasilitasi masyarakat untuk mengelola program pemberdayaan masyarakat. Program ini diarahkan kepada dua bidang utama yaitu bidang pendidikan dan ekonomi. Pada program pendidikan akan melahirkan putra daerah yang terdidik dan memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Disamping itu dalam pengembangan desa mandiri energi dengan adanya putra daerah yang terdidik ini bisa menterjemahkan program ini secara sederhana dan berkelanjutan.

Program pendidikan merupakan program jangka panjang CSR, program jangka pendek adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini bisa dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok usaha yang berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia berbasis sumber daya alam. Misalnya jika daerahnya berdekatan dengan pesisir laut maka potensi ekonomi yang dikembangkan adalah pengelolaan sumber daya pesisir beserta turunannya.

Optimalisasi peran CSR ini mengharapkan adanya integrasi antara bisnis dengan masyarakat. Dengan adanya integrasi ini harapan desa mandiri energi yang pro poor sesuai dengan fast track pengembangan percepatan pengembangan bahan bakar nabati (BBN) yakni pengembangan desa mandiri energi, pengembangan BBN sesuai dengan potensi daerah dan special biofuel zone. Sehingga program CSR ini dalam jangka pendek bisa menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan.

Perlu Kebijakan Pemerintah

Pemerintah memiliki peranan dan tanggung jawab besar untuk mendukung dan menyukseskan program CSR ini. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, misalnya dengan memberikan bantuan fasilitas maupun membuat kebijakan untuk memudahkan pelaksanaan. Kebijakan tersebut berupa dorongan lebih jauh untuk bisa terpadu dengan program besar pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, krisis energi dan permasalahan lainnya.

Kebijakan dari pemerintah ini hendaknya berupa paying hukum yang mengatur berapa dari persen laba perusahaan yang bisa diberikan untuk kewajiban sosial ini. Menurut bachtiar chamsyah idealnya kucuran dana CSR ini bisa 3-4 persen dari laba perusahaan (2007). Pemerintah juga bisa mengajak perguruan tinggi yang ada di masing-masing daerah untuk berbagi pengetahuan dalam rangka pelaksanaan program CSR ini khususnya pada pengembangan Desa Mandiri energi.

Selain mendukung program pemerintah juga harus menjadi pengawas terhadap program ini. Sebagai pengawas pemerintah berhak memberi kritik dan saran terhadap pelaksanaan program ini. Oleh sebab itu pemerrintah harus menerapkan asas reward and punishment dalam menjalankan fungsi pengawasannya. Ketika program berhasil sesuai dengan tujuan maka pemerintah perlu memberikan reward. Sebaliknya jika program kurang berhasil harus diberikan punishment.

CSR harus dipandang sebagai bagian dari investasi bukan sekedar derma (charity) semata. Karena merupakan investasi maka pihak yang melakukan program CSR ini juga harus mendapatkan imbalan atas investasinya berupa adanya jaminan pasar melalui model kemitraan [3]. Melalui model ini diharapkan terpenuhinya tenaga kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan juga berupa dukungan sosial untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif untuk operasional perusahaan.

September 24, 2007 Posted by | 1 | 8 Komentar

Sepuluh Program Internasional FREEMASONRY

free

Freemasonry, organisasi Yahudi yang telah didirikan sejak lebih kurang tahun 900 SM, memiliki sepuluh program internasional.

Program ini dalam istilah Freemasonry dinamakan Harar atau Satanim, berlambangkan gurita berkaki sepuluh ular berbisa berkepala sepuluh, dan hantu penerkam berkuku baja.

Program Pertama

Program pertama dalam istilah Freemasonry dinamakan Takkim.

# Pada masa Isa a.s.
orang orang yahudi dengan segala tipu daya ingin membunuh Nabi Isa a.s. diantaranya fitnahan keji “ingin menjadi Raja Yahudi”yang disampaikan pada penguasa Romawi. Tetapi Allah SWT menyelamatkan Nabi Isa a.s. dan gantinya Yudas tersalib di Golgota. Maka setelah tiadanya nabi Isa, Yahudi berusaha menghancurkan ajran yang sudah disebarkan dengan “Takkim” yaitu :

* Merusak ajarannya yang ada seperti menghalalkan yang halal dan sebaliknya.

* Merusak akidah dengan doktrin Trinitas

* Merusak Injil yang ada dengan Injil palsu

* Saul (Paulus) dijadikan tandingan Nabi Isa a.s.

# Pada Masa Islam

* Pada masa Rasulullah orang-orang Yahudi memupuk Munafiqin dan Muhadin. Mereka diantaranya berusaha menfitnah istri Nabi, mengacaukan ajaran Islam, memecah belah kaum Anshor dan Muhajirin.

* Memecah belah Ali r.a dan Muawiyah r.a. sehingga Aisyah turun tangan.

* Membuat ratusan hadist-hadist palsu, memsukkan dongeng Israiliyat merubah penafsiran Al-Quran dan sebagainya

* Mendangkalkan aqidah umat dengan filsafat Yunani sehingga timbul aliran kerahiban, tarikat sufi, mu’tazilah dan sebagainya. Maka datangalah filsuf-filsuf Islam yang menguraikan akidah islam dengan jalan filsafat Yunani, menuruti pikiran Aflatun (Plato), Aristun (Aristoteles) dan lainya.

* Membuat lembaga pendidikan Islam yang dipimpin seorang alim didikan Freemasonry yang menafsirkan Alquran dan hadist dengan alam pikiran Freemasonry.

* Menhidupkan sunnah-sunnah jahiliahdengan alasan melestarikan adat istiadat nenek moyang.

* Menjadikan Islam supaya Tasyabbuh dengan Nasrani dan agama lain, diantaranya dengan memasukkan bentuk nyanyian gereja ke masjid, ulang tahun dan sebagainya

Program Kedua

Program kedua dinamakan “Shada” dalam istilah Freemasonry berarti membentuk agama baru dan agama tandingan di seluruh dunia.

Salah satunya yaitu di India ketika Islam bangkit untuk kembali ke Alquran dan Hadist dan mengobarkan Jihad fisabilillah, pihak penjajah Inggris bekerja sama dengan Freemasonry mendirikan gerakan anti Jihad. Antara lain yaitu dengan menggalakkan sufi dengan perantara ulama bayaran anggota Freemasonry. Ditunjukkanya seorang Freemason “ Mirza Ghulam Ahmad”, ia mendakwakan dirinya sebgai Nabi akhir zaman , Bhuda awatara, Krisna, dan semacamnya.

Rabithah Alam islami yang bersidang di Makkah 14-18 Rabiul Awal1394 memutuskan bahwa Ahmadiyah itu bukan Islam dan berkaitan dengan Zionisme.

Dan kasus-kasus “aliran sesat islam” yang beredar di indonesia seperti sholat dua bahasa dan lainya, kemungkian besar berkaitan dengan program Freemasonry.

Program Ketiga

Program ketiga dinamakan parokim, dalam istilah Freemasonry:

* Membuat gerakan yang bertentangan untuk satu tujuan Mengembangkan Freemasonry lokal dalam suatu negara dengan nama lokal, tetpi tiada lepas dari asas dan tujuan Freemasonry.

* Mendukung tori-teori bertentangan.

* Membangkitkan kufarat dan menyiarkan teori Sigmond Freud dan Charles Darwin sehingga antara antara Ilmu pengetahuan dan agama bersaing, kalah mengalahkan.

Program Keempat

Program keempat dinamakan Libarim, dalam istilah Freemasonry :

* Melenyapkan etika klasik yang mengekang pergaulan muda-mudi, termasuk melalui penyebaran kebebasan seksual

* Mengahpus hukum yang melarang kawin antaragama untuk menurunkan generasi bebas agama

* Pengambangan pendidikan seks di sekolah-sekolah

* Persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam hal “kedudukan waris” dan “pakaian”

* Mengembalakan pemuda-pemudi kedunia khayali, dunia musik, dan narkoba. Serta membuat bet satan (rumah setan) untuk menampung pemuda-pemudi kealamnya
Mengorganisir kaum lesbian, guy, lutherianserta pengakuan hak mereka dalam hukum.

Program Kelima

Program kelima dinamakan Babill, dalam istilah Freemasonry yakni memupuk asas kebangsaan setiap bangsa dan menjaga kemurnian bangsa Yahudi.

Program Keenam

Program Kelima ini dinamakan Onan dalam istilah Freemasonry:

* Mengekang pertumbuhan bangsa Goyim (orang selain Yahudi)

* Menyuburkan perempuan-perempuan Yhaudi menjadi peridi

Program Ketujuh

Program ketujuh dinamakan protokol. Dalam istilah Freemasonry, protokol khusus untuk program bangsa Yhaudidalam Suhyuniah (zionisme) yang dimulai dengan pengantar protokol.

Isi protokol adalah tentang rencana Yahudi untuk menguasai dunia, diantaranya peghancuran ekonomi suatu negara, penghancuran moral suatu bangsa dan banyak lagi. Dengan program protokol bangsa Yahudi dapat menjadi penguasa ekonomi dunia, pengatur Politikdan penerangan dunia.

Program Kedelapan

Program kedelapan ini disebut Gorgah, dalam istilah Freemasonry :

* Untuk merusak para pemimpin negara, ulama dan partai, mereka harus dijerumuskan dalam pasar seks dengan seribu satu jalan. Pepatah Yahudi mengatakan”jadikanlah perempuan cantik untuk alat suatu permainan siasat.”

* Membuat jerat dan jala seks bagi seseorang yang terhormat. Jika namanya disiarkan sehingga kehormatanya jatuh.

* Menyebarkan agen Kasisah, yaitu intel Fremasonry untuk menghancurkan martabat lawan ditempat-tempoat maksiat

* Mendirikan gedung perjudian terbesar dan modern.

* Melemahkan pasukan lawan dengan perempuan dan obat khusus

Program Kesembilan

Program kesembilan dinamakan Plotisme yaitu:

* Mendidk alim ulama dalam Plotis yang pahamnya terapung ambang.

* Alim ulama plotis itu disebarkansebagai tenaga pengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga Islam.

* Alim ulama Plotis harus diangkat menjadi anggota kehormatan Freemasoonry.

Program Kesepuluh

Program kesepuluh ini dinamakan Qornun, dalam istilah Freemasonry :

* Orang-orang yang terpilih yang berbahaya bagi Freemasonry didukung agar menjadi kaya sehingga bergelimang harta, tetapi akhirnya di peras secara halus oleh suruhan Freeemasonry

* Memberi dana pendidikan bagi pendidikan agama dalam hal berniaga, bertani, dan sebgainya sehingga mereka sibuk dalam keduniaan

* Lawan-lawan Freemasonry agar terjerat riba dan bank Freeamsonry

* Menghasut dan memberi jalan dengan berbagai cara agar para pejabat bank diluar bank Yahudi melakukan korupsi sehingga bank tersebut hancur dan kelak bank itu dibantu oleh bank Freemasonry dengan ikatan yang kuat. Bank itu akan bersiri kembalio dengan tujuh puluh lima persen modal Yahudi. Kemuidan pemimpin bank dan karyawan tersebut diberi ajaran Freemasonry dan menjadi anggotanya.

Dari data-data tersebut kita lihat bahwa begitu mendunianya program-program Freemasonry, dan Allah SWT telah memperingatkan ini dalam QS 8:72 bahwa mereka saling bahu membahu dan menjadi pelindung satu dengan lainya, dan pada lafadz “illa taf’aluuhu” Allah SWT memerintahkan kita untuk mengadakan upaya program tandingan Tansiq yaitu penyatuan hati umat islam. Dalam hal ini Ulama Islam sebagai pemegang amanah Para Rosul harus mulai bersatu untuk memimpin dan membangun Program tandingan yang mendunia yang insya Allah pasti akan menghancurkan program-program mereka. (lpwsumsel.majelismujahidin.or.id)

Agustus 11, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 2 Komentar

Kepada Saudaraku M. Natsir

                                                                                 HAMKA

Meskipun bersilang keris di leher

     Berkilat pedang di hadapan matamu

     Namun yang benar kau sebut juga benar

               Cita Muhammad biarlah lahir

             Bongkar apinya sampai bertemu

             Hidangkan di atas persada nusa


      Jibril berdiri sebelah kananmu

      Mikail berdiri sebelah kiri 

     Lindungan Ilahi memberimu tenaga

           Suka dan duka kita hadapi

          Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu

          Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi

             Ini berjuta kawan sepaham

          Hidup dan mati bersama-sama

           Untuk menuntut Ridha Ilahi

        Dan aku pun masukkan

     Dalam daftarmu …….!

Agustus 7, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 2 Komentar

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE

Penemu Teori, Faktor dan Metode Habibie (Teknologi Pesawat Terbang)

Kulit luarnya bisa saja terlihat halus mulus tanpa cacat. Tapi siapa tahu, sisi dalamnya keropos. Ketidakpastian inilah yang dihadapi industri pesawat terbang sampai 40 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.

 

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack).

 

Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.

 

Pada saat itulah muncul anak muda jenius yang mencoba menawarkan solusi. Usianya baru 32 tahun. Postur tubuhnya kecil namun pembawaannya sangat enerjik. Dialah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, laki-laki kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

 

Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

 

Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

 

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

 

Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

 

Riwayat keilmuan Habibie dimulai ketika ia mendapat beasiswa dari pemerintah untuk belajar di Technische Hochschule Die Facultaet Fue Maschinenwesen, Aachen, Jerman, pada 1956. Selama setahun sebelumnya, Habibie tercatat sebagai mahasiswa ITB. Setelah mengantongi gelar diploma ingenieur jurusan konstruksi pesawat terbang, tahun 1960, sambil melanjutkan kuliahnya, ia menjadi asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Konstruksi Ringan di kampusnya.

 

Otak Habibie makin kelihatan encer kala gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.

 

Ia meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

 

Habibie hanya sampai tahun 1969 saja di HFB, karena dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Di tempat yang baru ini, karier Habibie meroket. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.

 

Di tempat ini pula Habibie menyusun rumusan asli di bidang termodinamika, konstruksi ringan, aerodinamika dan crack progression. Dalam literatur ilmu penerbangan, temuan-temuan Habibie ini lantas dikenal dengan nama Teori Habibie, Faktor Habibie dan Metode Habibie. Paten dari semua temuan itu telah diakui dan dipakai oleh dunia penerbangan internasional.

 

Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB. Sehingga Habibie berhak atas royalti dari teknologi yang dipakai dalam kendaraan udara berbadan lebar itu. Selain dari Airbus, Habibie juga mendapat royalti dari produsen-produsen roket di banyak negara, yang banyak menggunakan teknologi konstruksi ringannya.

 

Tahun 1978, Habibie dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Presiden Soeharto dan sejak itu kemudian berkiprah dalam upaya pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia, Hasilnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250.

 

Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara. Antara lain di Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sedangkan dalam bentuk penghargaan, Habibie menerima Award von Karman (1992) yang di bidang kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah bergengsi, yakni Edward Warner Award. (Hidayat Gunadi, Hatim Ilwan) — Sumber: Majalah Gatra Ed. Khusus, Agustus 2004).

Agustus 7, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 6 Komentar

LIR-ILIR

Oleh: Sunan Kalijogo

Lir-ilir, lir-ilir
tandure wus sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jrumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…

Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
Selagi sedang terang rembulannya
Selagi sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo…

Agustus 7, 2007 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar