IJALISME

Walau Patah Sayap Rajawali Bertongkat Juga Aku ke Sini

ECN Pro | FOREX kelas ECN dengan Metatrader. Trading Berkualitas Tinggi, Jujur

ECN Pro | FOREX kelas ECN dengan Metatrader. Trading Berkualitas Tinggi, Jujur.

September 20, 2010 Posted by | Tak Berkategori | 1 Komentar

Susahnya Profesor Berkarya

Di milis dosen ITS pernah ada diskusi yang menarik tentang menjadi Profesor. Dikatakan, mari cepetan jadi Profesor supaya bisa mendapat banyak hak istimewa. Meskipun harus disadari pula di balik keistimewaan yang dimiliki, ada kewajiban yang tidak kalah besarnya.

Ada pula yang mengatakan: Profesor bukanlah tujuan akhir, namun merupakan gerbang awal untuk berprestasi lebih baik dan lebih banyak. Jadi jangan karena sudah Profesor maka berhenti berkarya dan males riset. Justru dengan ke-profesor-an nya itu, maka semakin besar karya yang dihasilkan. Sama persis seperti sebutan bagi Profesor, Guru Besar, besar dalam sumbangsihnya.

moco terusane…

Januari 26, 2010 Posted by | 1 | 3 Komentar

Teknologi Tepat Guna Masyarakat Riau

Provinsi ini merupakan provinsi yang perlu diberi sentuhan perkembangan teknologi. Meskipun provinsi ini Indeks pembangunan  manusianya tinggi namun peranan teknologi belum terasa, jikapun  ada perannya sangat sedikit sekali semakin ke hulu semakin memprihatinkan. Hal ini disebabkan oleh letak provinsi yang sangat strategis. Namun dalam jangka panjang panjang perlu sentuhan teknologi untuk menopang perkembangan perekonomian masyarakat Provinsi Riau. Sebab untuk mendukung peradaban suatu bangsa ada tiga faktor penting mendukung  yaitu sumber daya otot, ekonomi dan otak (sumber daya Ilmu pengetahuan dan teknologi).

Sejarah masa silam Bangsa Melayu yang pernah mendiami wilayah ini memiliki teknologi yang advance pada masa itu ketika bangsa Eropa dan Jepang dalam masa kegelapan. Teknologi yang dikenal adalah teknologi pelayaran  pada abad ke-7 hingga takluknya Malaka pada tahun 1511 yang kemudian dikenal Lancang Kuning berlayar malam. Kenapa berlayar malam? Karena angin bertiup dari darat ke laut terjadi pada malam hari dan angin dipakai sebagai penggerak Lancang Kuning. Ketika raja-raja Melayu mampu baca tulis dan berlayar, pada abad itu raja-raja Eropa masih dalam kegelapan bahkan harus bersusah payah untuk sekedar mengeja atau menulis nama mereka. Namun kedaan berbalik ketika mereka mulai mengenal teknologi ketika abad reneisans di mulai dari kota Firenze dan bahkan saat ini kita menjadi konsumen setia produk teknologinya. Kita? Hanya setia menyediakan pasar dan menjual murah sumber daya alam miskin teknologi.

Pada abad 21 teknologi mengambil peran penting dalam perkembangan dan kemajuan suatu bangsa. Negara yang mengambil teknologi untuk pertumbuhan perekonomiannya kesejahteraan masyarakatnya lebih baik jika dibandingkan denga hanya mengandalkan sumber daya alam. Negara yang mengandalkan sumber daya alam cenderung rawan konflik, pengrusakan alam, dan menghasilkan ketimpangan ekonomi dalam masyarakat. Itulah sebabnya dalam riset pemasaran menjelaskan bahwa salah satu karakteristik unik konsumen negeri ini adalah kurang peduli lingkungan hidup.

Memajukan negara tanpa menyertakan otak hanya menjadi lahan pasar empuk bagi produk-produk negara maju. Otak merupakan sumber dari segala sumber produktivitas manusia, dengan pemikiran dari otak seorang Thomas Alva edison mampu menghasilkan paten sebanyak 10.000 dengan dukungan perusahaan General Elektricnya. Sementara mereka sibuk dengan riset dan pengembangan produk, yang mengandalkan otot dan sumber daya alam sibuk berkonflik antara pengusaha dan buruh. Contoh terkini yang kita saksikan adalah kita sebagai penghasil minyak sawit terbesar di dunia namun harganya di kontrol oleh Kuala Lumpur dan Rotterdam. Kita punya minyak bumi namun harga disesuaikan dengan harga Nymex di New York. Petani mengalami kesulitan pupuk sementara negara ini merupakan salah penghasil gas alam besar dunia yang merupakan bahan dasar pupuk.

Sebagai provinsi yang merupakan pewaris lancang kuning sudah selayaknya kita kembali mengandalkan teknologi untuk kemajuan ke depan. Sebab dengan teknologilah kesejahteraan dapat dicapai, melalui teknologilah sumber daya alam yang ada dapat dinaikkan nilai tambahnya. Tanpa nilai tambah produk sumber daya alam melimpah hanya menjadi pemanis ini menutup kemiskinan padahal pemiliknya adalah orang asing. Memulai teknologi tidak harus mengekori bangsa eropa dan amerika yang telah jauh meninggalkan kita dengan pendanaan riset yang luar biasa. Memulai teknologi harus menyesuaikan dengan kondisi wilayah kita sebagai mana yang diajarkan oleh nenek moyang kita dengan teknologi lancang kuningnya. Teknologi yang harus dipakai haruslah tepat guna dan tepat sasaran mengingat pengetahuan masyarakat masih rendah. Salah satu point penting dalam pengembangan teknologi adalah menyesuaikan kondisi kekinian masyarakat kita, misalnya di bidang pertanian perlu sentuhan teknologi agar bisa menaikkan taraf kehidupan masyarakat.

Sistem Pertanian Terintegrasi

Pertanian terintegrasi merupakan salah satu solusi bagi perkembangan provinsi riau ini hal ini disebabkan karena provinsi ini lahan pertanian terutama perkebunan terhampar luas membentang. Perkebunan penting yang populer menopang perekonomian masyarakat adalah kelapa sawit dan tanaman kelapa. Produk yang dapat dihasilkan kedua tanaman ini adalah buahnya yang kemudian diolah lebih lanjut menjadi bahan kebutuhan manusia seperti minyak goreng, sabun, kosmetik dan lain-lain.

Hingga saat ini fikiran orang yang tertuju pada sektor ini hanya hasil apa yang diperoleh dari apa yang ditanam. Berbagai promosi potensi hanya menjelaskan cluster industry yang diperoleh untuk pengolahan hasil perkebunan ini. Belum menjelaskan  sektor apa saja yang bisa digerakkan dari perkebunan kedua tanaman ini. Padahal jika diperhitungkan secara teknis cluster industry pada sektor perkebunan ini belum bisa menguarangi kemiskinan secara signifikan karena membutuhkan tenaga terdidik dan terlatih serta berpengalaman. Sementara secara mayoritas masyarakat provinsi ini masih yang berusia produktif hanya lulusan SLTA yang minim pengalaman dan kurang terlatih.

Untuk menjawab masalah ini adalah dengan memandang fungsi dan keberadaan tanaman itu sendiri. Pada perkebunan tentu membutuhkan pupuk, lahan yang semak. Untuk kebutuhan sehari-hari mereka membutuhkan bahan bakar untuk memasak. Kebutuhan akan pupuk pada perkebunan cenderung meningkat karena akan meningkatkan produktivitas tanaman. Namun yang disayangkan adalah pemanfaatan pupuk an organik secara berlebihan menyebabkan tanah menjadi kurang bersahabat sehingga produktivitas tanaman menjadi rendah. Masalah lain yang timbul adalah tingginya harga pupuk an organik menyebabkan biaya operasional petani menjadi tinggi akibat penambahan biaya pembersihan lahan. Sementara itu harga buah berfluktuasi akibat pengaturan dari kartel penguasa sawit dunia.

Sistem pertanian terintegrasi merupakan salah satu menjawab tantangan yang akan muncul. Dengan sistem pertanian terintegrasi ini berbagai masalah yang akan timbul bisa dihadapi, misalnya pembersihan lahan, kekurangan pupuk, ketersediaan bahan bakar dan ketersediaan daging.  Penerapan teknologi untuk sistem ini agak mudah karena hanya beternak hewan pemakan rumput misalnya sapi. Dengan beternak sapi pembersihan lahan dapat dilakukan, ketersediaan pupuk dapat dipenuhi, bahan bakar dapat tersedia dan menambah pendapatan petani yakni produksi daging dari sapi.

Dalam penerapan teknologi untuk sistem ini adalah pemanfaatan kotoran sapi menjadi bahan bakar dan pupuk organik. Sebelum dijadikan pupuk kotoran sapi harus diproses dulu untuk menghasilkan biogas. Biogas yang dihasilkan dapat dipakai sebagai bahan bakar rumah tangga atau jika mencapai keekonomian dapat dijual seperti gas elpiji dalam tabung. Setelah memproduksi biogas kotoran bisa dapat dijadikan pupuk padat maupun cair serta dijadikan sebagai aktivator untuk pembuatan pupuk kompos berbahan baku sampah perkebunan sawit. Dengan demikian biaya operasional untuk pemupukan bisa dikurangi.

Teknologi ini relatif mudah diterapkan karena teknologinya telah dipakai di negara-negara maju yang berbasis pertanian seperti Australia, Selandia Baru, China dan India yang membedakan hanya perkebunannya. Dengan asumsi 1 ekor sapi untuk 1 hektar perkebunan dan lahan perkebunan yang luasnya mencapai ratusan ribu hektar bisa diperkirakan  berapa ekor sapi yang bisa dihasilkan dari sistem ini. Dalam penerapan sistem pertanian seperti ini banyak manfaat yang didapat oleh petani, karena mereka diajarkan teknologi terapan yang selama ini hanya dimiliki oleh petani negara maju. Namun yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan sistem ini intervensi politik dari politikus harus dikurangi jika perlu dihilangkan, sebagaimana tertulis dalam lagu ”Lancang Kuning”

Lancang kuning berlayar malam

Haluan menuju ke laut dalam

Kalau nakhoda kuranglah faham

Alamatlah kapal akan tenggelam.

Juni 4, 2009 Posted by | 1 | 3 Komentar

Langgak Menunggu Riau.

Tulisan Deliarnov mengenai blok langgak di Harian Riau Pos, Rabu (28/1/2009), sangat menarik. Tulisan itu menjelaskan adanya tarik ulur mengenai pengelolaan Blok Langgak yang telah habis masa kontraknya empat tahun yang lalu dari PT CPI. Namun hingga sampai saat ini belum juga bisa dikelola leh Riau, Padahal Riau diberi kesempatan oleh pemerintah pusat melalui Mentri ESDM untuk mengelola blok yang mulai terhitung sudah tua ini. Berbagai pertanyaan dan isu muncul seputar blok langgak ini dari ketidakrelaan CPI melepas hingga belum sanggupnya Riau mengelola, sehingga pengelolaan Blok ini terus diperpanjang pada tahun 2009 ini.
Padahal jika dipandang sudut ekonomis dan teknis pengelolaan blok langgak bisa menjadi tonggak Riau untuk menjadi pemain dalam industri migas national. Menurut data yang diperoleh penulis blok ini terus mengalami penurunan produksi sejak tahun 1992 hingga tahun 2004 yakni dari 1.973 BPOD (barrel perhari) menurun menjadi 438 BPOD. Meskipun mengalami penurunan secara alami namun blok ini tetap manjadi peluang untuk putra terbaik Riau untuk membuktikan pada pusat. Namun jika tidak diambil peluang emas ini bukan tidak mungkin Langgak hanya menjadi bagian sejarah perminyakan Indonesia, mengingat menurut perhitungan penulis sumur ini jika tidak dikelola dengan baik diprediksi berproduksi hanya tinggal 11 ke depan alias pada tahun 2020. Bukan tidak mungkin lebih cepat yang diperkirakan, sebab sumur minyak itu bagai memelihara seorang bayi. Jika dirawat maka akan berusia panjang jika tidak tidak dirawat maka akan sakit dan akhirnya mati.
Problem utama pengelolaan blok ini adalah dana investasi, sumber daya manusia dan teknologi. Sumber dana sebenarnya dapat dicari dari mana saja, tetapi jika tidak ada dana alokasi khusus untuk ini maka sampai kapan pun daerah ini akan bergantung pada investasi asing. Sumber daya manusia dan teknologi sebenarnya mungkin menjadi alasan belum sanggupnya Riau mengelola blok ini, tapi dengan melihat perusahaan daerah yang lain di provinsi ini dalam hal mengelola migas menurut penulis tidak ada masalah. Hanya saja tinggal komitmen yang kuat untuk mendorong daerah ini untuk mandiri mengelola kekayaan alamnya dari investor asing. Di sisi lain peluang ini sebenarnya memberi peluang untuk mengokohkan tumbuhnya perusahaan daerah untuk berkembang menjadi besar sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Berkaca dari pengalaman MEDCO dalam mengelola sumur minyak dimulai dari sumur minyak tua di Tarakan peninggalan Belanda dan sekarang terbukti MEDCO mampu bersaing di kancah industri perminyakan dunia, bahkan saat ini MEDCO memiliki sumur minyak di lepas pantai Amerika yang merupakan Negara adidaya tempat berawalnya sejarah perminyakan modern.
Mungkin jika mengambil contoh MEDCO sebagai contoh pengelolaan sumur tua terlalu wah. Nah bagaimana Jika kita mau berkaca pada penambangan rakyat di Sumatera Selatan dan Cepu Jawa Tengah? maka Riau secara de facto mampu mengelolanya. Penambangan rakyat yang dilakukan tersebut mengelola sumur minyak tua peninggalan Belanda yang sudah dianggap tidak berproduksi dan dikelola secara tradsional tanpa fasilitas yang lengkap seperti Blok Langgak. Hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan blok ini ke depan adalah niat dari Pemprov Riau itu sendiri. Meskipun ada peluang untuk mengelola jika tidak ada niat maka tidak akan jadi. Jika Riau memiliki niat untuk mengelola Blok Langgak ini bukan tidak mungkin bisa bekerjasama dengan PT CPI sebagai pengelola terdahulu dan menjadikannya sebagai guru yang baik untuk mengajarkan bagaimana mengelola Blok Langgak ini. Karena infrastruktur produksi minyak bumi telah mereka bangun dan sebagai pengelola setelahnya sebagai murid yang baik kita bisa bantuannya. Hal yang sama telah dilakukan oleh salah satu dari Seven Sisters perminyakan dunia yakni Petronas Malaysia.
Riau tidak perlu menghabiskan energi untuk pertikaian siapa yang layak sebagai operator pengelola Blok Langgak. Dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak merupakan bentuk salah satu bentuk usaha bisnis yang berorientasi mencari keuntungan. Keuntungan dalam industri minyak merupakan fungsi dari produksi, harga, biaya dan pajak. Oleh karena itu yang harus di fokuskan oleh Riau adalah Sumber Daya yang mengelola Blok itu yakni Modal, Manusia dan Teknologi. Di samping itu perlu diperhatikan dalam pengelolaan blok langgak ini adalah pola pembagian hasil yang oleh Pemerintah Pusat yang dikenal dengan production sharing contract (PSC). Meskipun produksinya lebih kecil dari blok-blok yang lain di daerah ini tapi tetap ada manfaatnya bagi Riau ke depan.
Production Sharing Contract (PSC).
Model pengelolaan ini dikenal dengan Indonesian formula yang mulai diperkenalkan pada tahun 1967, kemudian formula ini berkembang ke seluruh dunia terutama di Negara pecahan Uni Sovyet seperti Azerbaijan, Kazakhstan dan Georgia. Sebelumnya aktivitas perminyakan Indonesia berpedoman pada Indische Minjnwet, hukum pertambangan masa kolonial Belanda. Formula PSC ini dipakai untuk pemerintah membagi hasil keuntungan dengan investor atau pengelola sumur minyak. PSC bukan merupakan produk legislasi, namun secara spesifik dirundingkan antara Pemerintah Pusat dengan perusahaan pengelola lapangan minyak atau investor. Model PSC disiapkan oleh pemerintah pusat kemudian dirundingkan dengan para investor atau pengelola lapangan. Biasanya Struktur PSC sudah terpolakan, yang menyangkut hal-hal rinci seperti profit sharing split, bonus, cost recovery dan lain-lainnya diselesaikan dengan negosiasi. Salah satu ciri dari PSC di Indonesia adalah tidak ada royalti seperti yang diterapkan pada penambangan batu bara.
Model PSC saat ini diatur menurut Undang undang No. 22 tahun 2001, dimana pemilik hidrokarbon (minyak bumi) adalah pemerintah pusat, sementara investor yang tidak memiliki hidrokarbon seolah-olah memperoleh bayaran (fee) atas kerja mereka dalam mengusahakan pengelolaan minyak. Bayaran ini diperoleh dari keuntungan penjualan minyak, pengembalian biaya (cost recovery) dan mekanisme pembagian hasil. Setelah dipotong pajak merupakan bagian kontraktor (investor) bersih, dimana jumlah totalnya sebesar 15% dari keuntungan setelah dikurangi cost recovery, sedangkan bagian 85% merupakan bagian pemerintah pusat, untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri investor diwajibkan memberikan sebagian perolehan minyaknya melalui mekanisme yang disebut Domestic Market Obligation (DMO).
Melihat rumitnya pola pembagian hasil penambangan minyak bumi oleh pemerintah pusat melalui mekanisme PSC yang berbelit-belit dan sedikit rumit maka wajar Riau agak ragu. Mengingat pembagian hasilnya perlu proses negosiasi yang selama ini menjadi momok karena kita selalu kalah dalam hal negosiasi. Untuk itu dalam pengelolaan Blok Langgak ini bukan soal Penunjukkan PD SPR atau PT Riau Petroleum tapi menyangkut kesanggupan Riau menangkap peluang emas proses alih teknologi tinggi pengelolaan ladang minyak, semoga tahun 2010 terwujud.

Februari 4, 2009 Posted by | 1 | 3 Komentar

What I do I Say

itulah perkataan yang selalu terucap pada aku yang selalu terus berfikir. untuk apa??? anda mana tau jawabannya…aku saja belum dapat jawabannya…hahahaha

Januari 1, 2009 Posted by | 1 | 1 Komentar

Pemakalah Pertamakali

alhamdulillah meskipun aku telat menyelesaikan sripsi namun ada kebahagiaan yang hadir dari diri. aku pertamakali menjadi pemakalh di acara seminar nasional, akhirnya hajat ku paska kongres XVII2006 telah terwujud di tahun 2008 tatkala aku telah menginjakkan kuliahku di semester 13. akhirnya aku akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik demi mewujudkan obsesi karena hari esok adalah sebuah misteri.

Desember 26, 2008 Posted by | 1 | 1 Komentar

Pembangkit Listrik Murah Asli Indonesia

Jika takut dilanda ombak

Jangan berumah di tepi pantai

Jika pandai memanfaatkan ombak

Maka lebih baik dari sejuta baterai.

Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, hampir semua lini kehidupan saat ini membutuhkan yang namanya listrik. Dengan rasio elektrifikasi Indonesia yang saat ini hampir 70 % lebih terpusat di perkotaan, 30 % masih mengalami peradaban masa silam pada saat menikmati kemerdakaan yang ke-63. celakanya di perkotaan sudah mengalami krisis listrik.

Laut merupakan ¾ bagian dari wilayah Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa berbagai kekayaan alam tersimpan di wilayah biru ini. Pemanfaatan kelautan dinegeri ini hanya terpusat pada kegiatan migas dan perikanan, padahal laut ini tersimpan berbagai energi yang mampu membangkitkan listrik. Angin laut, gelombang laut, dan arus pasang surut jenis energi potensial yang mampu dikonversi menjadi energi listrik. Panjang pantai Indonesia mencapai 81.290 km dari 17.508 pulau diperkirakan memiliki potensi kelistrikan sebesar 61 giga watt (GW) lebih besar dari jumlah listrik yang terpasang saat ini sebesar 38 GW.

Ide memanfaatkan energi dari kelautan bukanlah ide yang baru melainkan telah dilakukan kajian intensif sejak abad akhir 18 jauh sebelum Rudolf diesel dan Otto menemukan mesin berbahan bakar solar dan bensin. Paten pertama diperoleh Girard dan Son dari Perancis pada tahun 1799. Berbagai teknologi pembangkit listrik dengan memanfaatkan energi laut telah dikembangkan rata-rata oleh Negara maju seperti Norwegia dengan teknologinya Tapchan, Jepang dengan Mighty whale-nya scotlandia dengan Pelamis-nya, Denmark dengan wave dragon-nya, Belanda dengan Archimedes wave swing-nya, USA dengan AquaBouy, Floating Platform, Wave Rider, dan Inggris dengan salter Ducknya, Canaada Wavemill-nya dan Negara lainnya dengan teknologinya masing-masing.

Bagaimana dengan Negara berkembang?? Hingga tulisan ini ditulis belum menemukannya Negara berkembang hanya sebagai pemasar dan konsumen yang baik dalam pengembangan teknologi. Di antara kesunyian riset di Negara berkembang Indonesia muncul sebagai Negara terdepan karena di dukung topografi yang dikelilingi oleh lautan. Salah satu teknologi yang telah dikembangkan dan dipatenkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL)- Sistem Bandulan yang ditemukan oleh Zamrisyaf. Dengan adanya inovasi ini dapat memperkuat daya tawar bangsa Indonesia dalam hal teknologi Energi Baru dan terbarukan terutama di bidang kelistrikan di era Pasar Bebas.

Jika dibandingkan dengan teknologi dari Negara maju teknologi ini lebih murah dan efesien. Keunggulan teknologi PLTGL-sistem bandulan adalah sebagai berikut:

  1. Praktis dan efesien, karena pembangkit ini hanya mengapung dipermukaan laut jadi tidak memerlukan areal khusus dan dapat dipasang di mana saja sesuai gelombang laut yang tersedia. Lebih unggul dari teknologi Negara maju yang menggunakan pondasi.
  2. Mudah dioperasikan, karena mengapung di permukaan daya/energi yang dihsilakan hanya memanfaatkan fluktuasi gelombang.
  3. Akrab dan ramah lingkungan, tidak ada lahan yang perlu dimodifikasi, tidak memerlukan BBM, tidak bising, tidak ada emisi gas buang dan limbah.
  4. Cocok untuk daerah kepulauan, karena menggunakan energi primer berupa gelombang laut yang merupakan ciri dari daerah kepulauan.
  5. Mobile, Karena mudah dipindahkan.
  6. kapasitas/daya yang menjanjikan, daya yang dihasilkan dari 1 unit PLTGL ini ± 500 kW.
  7. Harga investasi bersaing. Investasi yang dibutuhkan adalah per kWh US$ 2.000 – 3.000.
  8. Dapat diproduksi secara massal karena hampir semua komponennya dapat diperoleh dari dalam negeri.

Dengan adanya potensi PLTGL ini sebenaranya kelangkaan listrik yang sering ‘hidup segan mati tak mau” ini. PLTGL adalah bentuk kemandirian bangsa yang pernah berjaya di laut untuk merengkuh kembali kejayaannya. Namun sayang beribu sayang kelihatan di negeri seribu makelar ini belum ada ketertarikan terhadap teknologi ini untuk mengatasi kelangkaan listrik buatan dalam negeri. Begitulah nasib teknologi di negeri ini hanya menjadi pajangan di pameran dan ditinggal bila di lapangan. Meskipun demikian kita patut berbangga bahwa inovasi anak negeri tidak kalah hebatnya dengan Negara yang telah maju teknologinya.

Desember 6, 2008 Posted by | 1 | 3 Komentar

akhirnya menulis Juga

Huh…..

asw.

rasanya rindu di hati untuk tidak menulis, maklum lagi berusaha untuk menamatkan diri, dalam beberapa hari lagi insyaallah tulisan terbaru akan terbit. yaa. mau apa lagi masalah negara dan propinsi ini lagi banyak, so pada You all peminat tulisan saya .. tunggu dulu yaaa.( ih narsis amat ya…:-) )

November 1, 2008 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

AdsMinded WordPress Adsense Theme With Widgets!

This post has been viewed 45266 times since Wednesday 11 June 2008 @ 7:41 pm

It’s been so long since I last updated my AdsMinded WordPress Theme. My Apologies.

Today, I’m rolling out the widgetized version of AdsMinded for both AdsMinded Original and AdsMinded Wide layouts. With this new version, you are now able to add advertisers’ codes into the ready-made widgets resides in sidebar, centerbar, squarebar & header. There is no need to mess with the template codes anymore! See picture below for better illustration.

AdsMinded WordPress Theme Widgetized

You may download this widgetized version from links below :-

AdsMinded Original (Widgetized Version)

AdsMinded Wide (Widgetized Version)

Check out the introduction, features and installation of the 2 versions :-

Change Log (Latest version is in bold)

  • v2.0 (June 11, 2008)
    • WordPress 2.5+ compatible
    • Widgetized the theme
    • Widgets are ready in sidebar, centerbar, squarebar and header.

Well, to use Widget, you’ll have to follow these steps :-

  • 1. Login to your WP blog.
  • 2. Go to Design > Widgets.
  • 3. Add any Widget you see at the left by dragging them one by one into the right column.
  • 4. Select Sidebar, Centerbar, Squarebar or Headerads widget from the dropdown list then click Show so that you can add the widget into it.
  • 5. You can try to put the AdSense code in Text widget. Text widget allows you to put html/javascript code which is the same as AdSense’s code.
  • 6. Don’t forget to Save the changes for each widget you add into Sidebar, Centerbar, Squarebar or Headerads.

Please feel free to drop me an email at My Email or send a comment here should you have any feedback.
Cheers!

Oktober 17, 2008 Posted by | tulisan | 4 Komentar

HATI YanG Sebenarnya

Pernah Merasakan Jatuh Cinta ? Bagaimana Engkau mengatakan Rasa cintamu ? Bagaimana Cinta Itu datang ? , munkin tiga pertanyaan awal diatas sudah sering kita dengar bahkan munkin tidak menjadi hal yang asing ditelinga kita , dan bisa jadi itu sering kita defenisikan dalam kehidupan ini .

Well ..semuanya munkin saja terjadi walau hanya sekejap atau hanya seketika atau bahkan selamanya terjadi dalam diri ini , semuanya apa yang pernah kita rasakan apa yang kita lihat dan juga apa yang kita dengar dalam kehidupan ini adalah suatu bentuk dari pengalaman kehidupan kita . pernah terjadi hal yang aneh dalam perjalanan cinta kita , banyak orang yang tergila dengan cinta namun bukan diri ini, sulit terkadang untuk berbohong dengan diri sendiri namun sebalikanya begitu mudah berbohong dengan saudara kita atau bahkan dengan orang yang kita sayangi selama ini .

Banyak orang yang merasakan cinta sejatinya datang terlambat J mengapa demikian ..? itulah namanya rasa yang tidak bisa bohong dan tak akan hilang jika terulang kembali , tapi ingatlah setiap kita punya pilihan dan setiap dari pilihan kita memiliki konsekuensi. Ntah apa yang terasa sekarang diri ini sendiri tidak pernah berbohong …Yah..munkin itu kata yang sering terucap bagi kita yang selalu berjalan dengan cinta, terkadang manusia bodoh dengan apa yang seharusnya ia mengerti .

Ada cerita dari ntah berantah …ada seorang tmn yang merasa mendapatkan cintanya sejatinya setelah berjalan lama dengan cintanya dengan orang yang pernah datang dan singgah dalam dirinya ,

Percaya atau tidak dia selalu dihantui dengan perasaan yang bersalah dan perasaan yang serba tidak puas dengan diri dan juga orang yang dia cinta atau orang yang singgah dalam kehidupanya ..perasaanya tersiksa dan sulit untuk berkata dan berbuat jujur dengan diri sendiri. Wallahu a’lam.

Sungguh tak pernah terlintas oleh pikiranku sendiri untuk bisa menyanyangi orang yang hanya sekejap kulihat oleh mata ini , namun aku ingin berkata jujur bahwa aku sungguh sayang dan munkin cinta dengan dirinya , dan semoga cinta ini tidak melebihi cintaku kepada sang kuasa ..Ya Rabb.

Begitu banyak pengalaman hidup orang yang menjadi batu pijakan kita untuk berjalan dengan cinta , walau hal itu kurang bagus atau munkin tidak layak untuk kita terima , dan sampai sekarang apakah cinta itu pacaran atau nikah atau hal yang lain dari semua itu .. tak terhitung oleh jari begitu banyak defenisi cinta yang kita terima selama ini , yakinlah semuanya ada benarnya dalam segala hal dan keadaan yang tepat , layaknya sebuah perkataan yang tepat pada tempatnya . tidak salah untuk menempatkan sesuatu yang seharusnya ada pada tempatnya . Baca lebih lanjut

September 5, 2008 Posted by | 1 | 1 Komentar

Tau Apa Kamu Tentang Cinta !?

Cinta Kata Yang Sudah Tidak Asing lagi Dalam Dunia ini , Dimana Dia Berada , kapan Dia Ada Semuanya Selalu Bicara Soal kata yang Satu ini , Namun Tidak Dalam Setiap Waktu , Cinta Hanya Bisa Melakukan Apa yang Ia inginkan Namun Ia Tak Tau Bagaimana Selanjutnya … Well…. Semuanya Belum terlambat , Jika Melihat Apa Yang Pernah Kita Lakukan Kita Cerna Dan Kita Pikirkan Apa Yang Akan terjadi Jika Hari Itu Atau Waktu Itu Semuanya Tidak Mengerti Apa Yang Seharusnya Kita lakukan ……J Binggung Ya . Aku binggung Soalnya

Berapa banyak Defenisi Cinta Yang Kita Tau ? Semuanya Udah jadi Tabiat Diri Kita Yang Selalu Ingin Tau Tentang Hal Yang Terkadang Belum Kita Mengerti , Akhirnya Dikit Demi Sedikit Pengetahuan Kita bertambah Setiap Detiknya , Sungguh Tak Pernah Disadari Dulu Ketika Kita Sedang Duduk Dibangku SD Semuaya terasa Berat, Bahkan Kita Masih ingat Waktu Itu Diri Kita Masih Kecil Namun Sungguh Tak Disadari Ingatkah Kita Dengan Pelajaran IPS Di Masa itu ? Tak Sedikit Dari Kita Yang Sulit Untuk Mengingat Hal itu, Bagitu Juga Layaknya Cinta, Tak Heran Jika Cinta Yang Kita Temui 20 tahun Yang Silam Membuat Kita Berubah Dari Apa Yang Seharusnya Kita Lakukan Hari Ini , Tak Bisa Dipungkuri hal yang Belum Bisa Atau hal yang Belum Pernah Kita Rasakan Sulit Untuk Kita Bayangkan , Namun Hal Itu Bisa Kita Raba Dengan Pengetahuan Yang Kita Dengar Dan Pengalaman Diri Dari Hari KeHari Yang Selalu Kita Lalui Dalam kehidupan Ini .

Terbayang Waktu Yang Salalu Jadi Kenangan Yang Munkin Tidak terlalu indah Dalam Bayangan orang laen namun hal itu indah jika Kita yang merasakan , layaknya pemain Bola sulitnya dia mendapat umpan bola dari sang teman namun penonton tak bias merasakan hal itu , yang terpikir oleh kita hanya kegagalan atau kesalahan yang sudah diperbuatnya, namun kita tidak tau apa sebabnya, apa solusinya ? terkadang hal ini yang selalu di sepelekan oleh kita, berapa banyak contoh yang kita liat berapa banyak kata yang kita terima setiap harinya , berapa banyak sms yang kita terima setiap harinya , sure….ini semua tidak bisa jadi jaminan cinta yang akan kekal dan abadi , hanya menjaga hati kita untuk tetap setia itu munkin yang terbaik J

Lagu Yang kita dengar dari mp3 setiap liriknya begitu bermakna dikala hal itu sejalan dengan apa yang kita rasakan , dengan apa yang kita inginkan bahkan dengan apa yang pernah kita lihat sekalipun walau hal itu belum pernah kita rasakan dalam hidup ini

Begitu banyak gambaran yang kita rasakan saat kita merasakan hal yang baru pertama kali, tak banyak yang bisa kita lakukan dari semua ini , hanya saja kita yang belum sepenuhnya bisa menjaga hati ini untuk orang yang kita sayangi..tau apa kamu tentang sayang? Bagaimana kamu aplikasikan sayang kamu ? apa itu sayang ? pertanyaan yang mendasar tapi semuanya berakar dari jiwa kita untuk menjawabnya..bukan dari defenisi yang ada dalam buku ,namun hal itu butuh jawaban yang pernah kita rasakan yang pernah kita lakukan yang pernah kita lihat dan laen sebagainya …. Baca lebih lanjut

September 5, 2008 Posted by | 1 | 1 Komentar

Bimbang HATi

Semua orang bilang kapitalisme itu bisa mensejahterkan orang miskin, orang bilang padaku bahwa efek menetes ke bawah itu mempunyai peran penting bagi kemajuan bangsa. Tapi apakah semua kapitalis itu begitu? ada yang bilang Saya tidak Mau jadi Korban kapitalisme…….Tapi Mane usahenye????/

Zaman sekarang ini penuh dengan kapitalism, terutama di kota-kota, dahlah bayar masuk jembatan, bayar parking, mau buang air aja harus bayar Rp. 1000,-. pendek kate semua nak buat mesti nak bayar. Tapi beLum ada usah kita nak melawan, banyak yang tergadai idealismenya karena hanya sesuap nasi untuk kehidupan sehari-hari. sesuap nasi itu telah diaduk-aduk oleh orang itu yang berada di situ sama ada di rumah di gubuk maupun dibangsal aku di laut engkau di laut. hanya menatapi………….kapan ini semua ini beraahir???? Tapi aku Masih Muda… masih ada harapan dan cita-cita kalaupun tidak terjual ijalismenya aku menjadi “penganggur Terhormat” karena masih Kuliah.

September 5, 2008 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Dah Lama tak Menulis

Dah lama jiwwa ini tidak mengeluarkan sebuah tulisan entah gerangan apa membuat aku kemari, aku tidak tau apa dalam tamasya dapat memuncul diri hanya sebuah lagu yang bisa ku tulis saat ini:

KuMERINDU

ku merindu
merindu cinta yang tulus darimu
selalau kuimpikan hidup bersamamu
ku kan selalu menanti balasan cintamu

ku berjanji…
berjanji mencintaimu sepenuh jiwaku
ku takkan mendustakan cintamu kekasihku
agar kau dapat menerima cintaku

ku selalu
merindu cintamu
dan selalu ada di jiwaku

aku tahu kau pun tahu
tapi malu kuberkata
usah kau ragui cintaku
ku tetap merindu..

aku tahu kau pun cinta
tapi malu tuk berkata
ku tunggu jawaban cintamu

di saat ini
hatiku rindu belaian cinta darimu
ku harap kau merestui cintaku
yang selalu setia menunggu dirimu

inilah tulisan yang dapat ku ucapkan dengan tulisan untuk saat ini lain kali sambung lag,

wassalam

September 5, 2008 Posted by | tulisan | Tinggalkan komentar

Membuat Biodiesel dari Tumbuhan Alga

A. Habitat Hidup Alga

Alga adalah salah satu organisme yang dapat tumbuh pada rentang kondisi
yang luas di permukaan bumi. Alga biasanya ditemukan pada tempat-tempat
yang lembab atau benda-benda yang sering terkena air dan banyak hidup
pada lingkungan berair di permukaan bumi. Alga dapat hidup hampir di
semua tempat yang memiliki cukup sinar matahari, air dan
karbon-dioksida.

B. Potensi Alga Menghasilkan Biodiesel

Secara teoritis, produksi biodiesel dari alga dapat menjadi solusi yang
realistik untuk mengganti solar. Hal ini karena tidak ada feedstock lain yang cukup memiliki banyak minyak sehingga mampu digunakan untuk memproduksi minyak dalam volume yang besar.

<!–
google_ad_client = “pub-3026534164374522”;
//300×250, created 11/17/07
google_ad_slot = “1613381625”;
google_ad_width = 300;
google_ad_height = 250;
google_language = “en”;
//–>

Tumbuhan seperti kelapa sawit dan kacang-kacangan membutuhkan lahan
yang sangat luas untuk dapat menghasilkan minyak supaya dapat mengganti
kebutuhan solar dalam suatu negara. Hal ini tidak realistik dan akan
mengalami kendala apabila diimplementasikan pada negara dengan luas
wilayah yang kecil.

Berdasarkan perhitungan, pengolahan alga pada lahan seluas 10 juta acre
(1 acre = 0.4646 ha) mampu menghasilkan biodiesel yang akan dapat
mengganti seluruh kebutuhan solar di Amerika Serikat (Oilgae.com,
26/12/2006). Luas lahan ini hanya 1% dari total lahan yang sekarang
digunakan untuk lahan pertanian dan padang rumput (sekitar 1 milliar
acre). Diperkirakan alga mampu menghasilkan minyak 200 kali lebih
banyak dibandingkan dengan tumbuhan penghasil minyak (kelapa sawit,
jarak pagar, dll) pada kondisi terbaiknya.

Semua jenis alga memiliki komposisi kimia sel yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak (fatty acids) dan nucleic acids. Prosentase keempat komponen tersebut bervariasi tergantung jenis alga. Ada jenis alga yang memiliki komponen fatty acids lebih dari 40%. Dari komponen fatty acids
inilah yang akan diekstraksi dan diubah menjadi biodiesel. Dapat
dilihat pada Tabel 1, komposisi kimia sel pada beberapa jenis alga:

Table 1 � Komposisi Kimia Alga Ditunjukkan dalam Zat Kering (%)

 

Komposisi Kimia

Protein

Karbohidrat

Lemak

Nucleic Acid

Scenedesmus obliquus

50-56

10-17

12-14

3-6

Scenedesmus quadricauda

47

1.9

Scenedesmus dimorphus

8-18

21-52

16-40

Chlamydomonas rheinhardii

48

17

21

Chlorella vulgaris

51-58

12-17

14-22

4-5

Chlorella pyrenoidosa

57

26

2

Spirogyra sp.

6-20

33-64

11-21

Dunaliella bioculata

49

4

8

Dunaliella salina

57

32

6

Euglena gracilis

39-61

14-18

14-20

Prymnesium parvum

28-45

25-33

22-38

1-2

Tetraselmis maculata

52

15

3

Porphyridium cruentum

28-39

40-57

9-14

Spirulina platensis

46-63

8-14

4–9

2-5

Spirulina maxima

60-71

13-16

6-7

3-4.5

Synechoccus sp.

63

15

11

5

Anabaena cylindrica

43-56

25-30

4-7

Sumber: Becker, (1994)

Biodiesel dari alga hampir mirip dengan biodiesel
yang diproduksi dari tumbuhan penghasil minyak (jarak pagar, sawit,
dll) sebab semua biodiesel diproduksi menggunakan triglycerides (biasa disebut lemak) dari minyak nabati/alga.

Alga memproduksi banyak polyunsaturates, dimana semakin tinggi kandungan lemak asam polyunsaturates akan mengurangi kestabilan biodiesel yang dihasilkan. Di lain pihak, polyunsaturates memiliki titik cair yang lebih rendah dibandingkan monounsaturates sehingga biodiesel alga akan lebih baik pada cuaca dingin dibandingkan jenis bio-feedstock
yang lain. Diketahui kekurangan biodiesel adalah buruknya kinerja pada
temperatur yang dingin sehingga biodiesel alga mungkin akan dapat
mengatasi masalah ini.

C. Cara Penanaman Alga untuk Biodiesel

Sama seperti tumbuhan lainnya, alga juga memerlukan tiga komponen
penting untuk tumbuh, yaitu sinar matahari, karbon dioksida dan air.
Alga menggunakan sinar matahari untuk menjalankan proses fotosintesis.
Fotosintesis merupakan proses biokimia penting pada tumbuhan, alga, dan
beberapa bakteri untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia.
Energi kimia ini akan digunakan untuk menjalankan reaksi kimia,
misalnya pembentukan senyawa gula, fiksasi nitrogen menjadi asam amino,
dll. Alga menangkap energi dari sinar matahari selama proses
fotosintesis dan menggunakaannya untuk mengubah substansi inorganik
menjadi senyawa gula sederhana.

Penanaman alga untuk menghasilkan biodiesel mungkin akan sedikit lebih
sulit karena alga membutuhkan perawatan yang sangat baik dan mudah
terkontaminasi oleh spesies lain yang tidak diinginkan.

Alga dapat ditanam di kolam terbuka dan danau. Penggunaan sistem
terbuka ini dapat membuat alga mudah diserang oleh kontaminasi spesies
alga lain dan bakteri. Akan tetapi, saat ini telah berhasil
dikembangkan beberapa spesies alga yang mampu ditanam pada lahan
terbuka dan meminimalisir adanya kontaminasi spesies lain. Misalnya
penanaman spirulina
(salah satu jenis alga) pada suatu kolam terbuka dapat menghilangkan
kemungkinan kontaminasi spesies lain secara luas karena spirulina
bersifat agresif dan tumbuh pada lingkungan dengan pH yang sangat
tinggi. Sistem terbuka juga memiliki sistem kontrol yang lemah,
misalnya dalam mengatur temperatur air, konsentrasi karbon dioksida
& kondisi pencahayaan. Sedangkan keuntungan penggunaan sistem
terbuka adalah metode ini merupakan cara yang murah untuk memproduksi
alga karena hanya perlu dibuatkan sirkuit parit atau kolam.

Kolam tempat pembudidayaan alga biasanya disebut “kolam sirkuit”. Dalam
kolam ini, alga, air dan nutrisi disebarkan dalam kolam yang berbentuk
seperti sirkuit. Aliran air dalam kolam sirkuit dibuat dengan pompa
air. Kolam biasanya dibuat dangkal supaya alga tetap dapat memperoleh
sinar matahari karena sinar matahari hanya dapat masuk pada kedalaman
air yang terbatas.

kolam-terbuka.jpg

Gambar 1. Kolam Sirkuit pada Sistem Terbuka

Sebuah variasi kolam terbuka adalah dengan memberikan atap transparan (greenhouse)
diatasnya untuk melindungi kerusakan alga dari percikan air hujan.
Namun begitu, cara ini hanya dapat diaplikasikan pada kolam terbuka
yang berukuran kecil dan tidak dapat mengatasi banyak masalah yang
terjadi pada sistem terbuka.

Alternatif lain cara pembudidayaan alga adalah dengan menanamnya pada struktur tertutup yang disebut photobioreactor, dimana kondisi lingkungan akan lebih terkontrol dibandingkan kolam terbuka. Sebuah photobioreactor adalah sebuah bioreactor dengan beberapa tipe sumber cahaya, seperti sinar matahari, lampu fluorescent, led. Quasi-closed systems (sebuah kolam yang ditutupi dengan bahan transparan (greenhouse) di semua bagian) dapat digolongkan sebagai photobioreactor. Photobioreactor
juga memungkinkan dilakukannya peningkatan konsentrasi karbon dioksida
di dalam sistem sehingga akan mempercepat pertumbuhan alga. Meskipun
biaya investasi awal dan biaya operasional dari sebuah photobioreactor akan lebih tinggi dibandingkan kolam terbuka, akan tetapi efisiensi dan kemampuan menghasilkan minyak dari photobioreactor
akan lebih tinggi dibandingkan dengan kolam terbuka. Hal ini akan
membuat pengembalian biaya modal dan biaya operasional dengan cepat.

D. Cara Ekstraksi Minyak dari Alga

Pengambilan minyak dari alga masih merupakan proses yang mahal sehingga
masih harus dipertimbangkan untuk menggunakan alga sebagai sumber
biodiesel. Terdapat beberapa metode terkenal untuk mengambil minyak
dari alga, antara lain:

  1. Pengepresan (Expeller/Press)

    Pada metode ini alga yang sudah siap panen dipanaskan dulu untuk
    menghilangkan air yang masih terkandung di dalamnya. Kemudian alga
    dipres dengan alat pengepres untuk mengekstraksi minyak yang terkandung
    dalam alga. Dengan menggunakan alat pengepres ini, dapat diekstrasi
    sekitar 70 – 75% minyak yang terkandung dalam alga.

  2. Hexane solvent oil extraction

    Minyak dari alga dapat diambil dengan menggunakan larutan kimia, misalnya dengan menggunakan benzena dan eter. Namum begitu, penggunaan larutan kimia heksana lebih banyak digunakan sebab harganya yang tidak terlalu mahal.

    Larutan heksana
    dapat digunakan langsung untuk mengekstaksi minyak dari alga atau
    dikombinasikan dengan alat pengepres. Cara kerjanya sebagai berikut:
    setelah minyak berhasil dikeluarkan dari alga dengan menggunakan alat
    pengepres, kemudian ampas (pulp) alga dicampur dengan larutan cyclo-hexane untuk mengambil sisa minyak alga. Proses selanjutnya, ampas alga disaring dari larutan yang berisi minyak dan cyclo-hexane. Untuk memisahkan minyak dan cyclo-hexane
    dapat dilakukan proses distilasi. Kombinasi metode pengepresan dan
    larutan kimia dapat mengekstraksi lebih dari 95% minyak yang terkandung
    dalam alga.

    Sebagai catatan, penggunaan larutan kimia untuk mengekstraksi minyak dari tumbuhan sangat beresiko. Misalnya larutan benzena dapat menyebabkan penyakit kanker, dan beberapa larutan kimia juga mudah meledak.

  3. Supercritical Fluid Extraction

    Pada metode ini, CO2 dicairkan dibawah tekanan normal kemudian
    dipanaskan sampai mencapai titik kesetimbangan antara fase cair dan
    gas. Pencairan fluida inilah yang bertindak sebagai larutan yang akan
    mengekstraksi minyak dari alga.

    Metode ini dapat mengekstraksi hampir 100% minyak yang terkandung dalam
    alga. Namun begitu, metode ini memerlukan peralatan khusus untuk
    penahanan tekanan.

Beberapa metode yang kurang terkenal:

  1. Osmotic Shock

    Dengan menggunakan osmotic shock maka tekanan osmotik dalam sel akan berkurang sehingga akan membuat sel pecah dan komponen di dalam sel akan keluar. Metode osmotic shock memang banyak digunakan untuk mengeluarkan komponen-komponen dalam sel, seperti minyak alga ini.

  2. Ultrasonic Extraction

    Pada reaktor ultrasonik, gelombang ultrasonik digunakan untuk membuat gelembung kavitasi (cavitation bubbles)
    pada material larutan. Ketika gelembung pecah dekat dengan dinding sel
    maka akan terbentuk gelombang kejut dan pancaran cairan (liquid jets) yang akan membuat dinding sel pecah. Pecahnya dinding sel akan membuat komponen di dalam sel keluar bercampur dengan larutan.

E. Kesimpulan

Secara umum, potensi alga untuk menghasilkan biodiesel sangat besar dan
jauh lebih besar dibandingkan tumbuhan penghasil minyak (kelapa sawit,
jarak pagar, dll). Hal ini akan memberikan peluang yang besar untuk
dapat mengganti kebutuhan solar dalam suatu negara.
F. Referensi

Penulis: Thomas, http://www.kamase.com

Juni 28, 2008 Posted by | 1 | 6 Komentar

Cadangan Batubara Terbukti Indonesia Capai 5,3 Miliar Ton

Bogor (ANTARA News) – Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa data terakhir menunjukkan cadangan batubara terbukti Indonesia mencapai 5,3 miliar ton.

Kepala Bidang Informasi Pusat Sumber Daya Geologi Badan Geologi, Calvin KK Gurusinga, di Cisarua, Bogor, mengatakan 83 persen cadangan batubara terbukti itu berada di Kalimantan.

Dari cadangan terbukti 5,3 miliar ton itu, katanya, 4,395 miliar ton atau 83 persen berlokasi di Kalimantan, sedangkan sisanya 905 juta ton berada di wilayah
Sumatera.

Menurut Calvin, kalau tingkat produksi batubara nasional mencapai 200 juta ton per tahun, maka cadangan batubara terbukti akan habis dalam 26,5 tahun. Namun jika dihitung berdasarkan cadangan terkira yang mencapai 13,411 miliar ton, maka batubara akan habis dalam 67 tahun.

“Sedang, kalau dihitung berdasarkan sumber daya batubara Indonesia yang mencapai 90,452 miliar ton, maka batubara akan habis 452 tahun,” katanya.

Cadangan batubara terkira tersebut berada di Sumatera 12,998 miliar ton dan Kalimantan 413 juta ton. Sedang potensi sumber daya batubara berlokasi di Jawa 14 juta ton, Sumatera 53,824 miliar ton, Kalimantan 36,225 miliar ton, Sulawesi 233 juta ton, Maluku 213 juta ton, dan Papua 153 juta ton.

Calvin menjelaskan, cadangan merupakan potensi batubara yang sudah dilakukan studi kelayakan. Sedang, sumber daya masih berupa data awal.

“Jadi, kalau sumber daya yang ada kemudian dilakukan studi kelayakan oleh perusahaan maka akan masuk ke dalam cadangan,” katanya.(*)

Sumber: ANTARA Baca lebih lanjut

Mei 10, 2008 Posted by | 1 | , | 1 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.